AMBON, PNI.-
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Pattimura (Unpatti), Dr. Nur Aida Kubangun, mengapresiasi langkah Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Sejarah FKIP yang menggagas kegiatan sosialisasi beasiswa bagi mahasiswa.
Menurutnya, kegiatan ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap rekan-rekan mereka yang belum memperoleh bantuan pendidikan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya informasi mengenai jenis, persyaratan, dan mekanisme pendaftaran beasiswa yang tersedia di lingkungan Unpatti.
“Awalnya kegiatan ini hanya direncanakan untuk Program Studi Pendidikan Sejarah. Namun saya menyarankan agar diperluas menjadi tingkat fakultas karena di FKIP terdapat 18 program studi. Akhirnya diundang perwakilan dari masing-masing prodi, khususnya mahasiswa yang belum mendapatkan beasiswa,” jelasnya.
Dalam sosialisasi tersebut, pihak universitas memaparkan berbagai program beasiswa yang bisa diakses mahasiswa, baik dari pemerintah maupun mitra kerja sama. Untuk beasiswa pemerintah, terdapat empat skema utama : KIP Kuliah, Beasiswa Unggulan, Beasiswa Afirmasi 3T dari Kemendiktisaintek dan LPDP.
Sementara beasiswa dari mitra eksternal antara lain : Karya Salemba Empat (KSE), Pertamina Foundation, Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN), Baznas dan Bank Indonesia serta program beasiswa lainnya dari lembaga mitra.
Nur Aida Kubangun menjelaskan, khusus KIP Kuliah saat ini penetapan penerima dilakukan langsung oleh kementerian berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Berbeda dengan tahun sebelumnya, universitas tidak lagi melakukan seleksi akhir karena penentuan sepenuhnya berbasis data nasional.
“Kalau beasiswa unggulan, mahasiswa harus membuat esai sesuai bidang ilmunya. Jika memenuhi syarat, mereka akan mengikuti wawancara sebelum ditetapkan sebagai penerima,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa untuk angkatan 2025, jumlah pelamar KIP Kuliah di Unpatti mencapai 3.750 orang. Namun, masih banyak mahasiswa yang belum memahami alur pendaftaran maupun dokumen yang harus disiapkan. Karena itu, dalam kegiatan sosialisasi dijelaskan secara rinci link pendaftaran serta persyaratan administrasi masing-masing beasiswa.
Sementara itu, Kepala Program Studi Pendidikan Sejarah, Rina Pusparani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja HMPS yang ingin menjawab keresahan mahasiswa.
Ia menyebutkan, jumlah mahasiswa Pendidikan Sejarah angkatan 2025 mencapai 169 orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata hanya sekitar 100 mahasiswa per angkatan.
Dari jumlah tersebut, penerima KIP Kuliah hanya sekitar 40 persen. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena terdapat mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan berpotensi tidak melanjutkan studi akibat keterbatasan biaya. “Beberapa mahasiswa semester dua diketahui tidak melanjutkan kuliah karena tidak mendapatkan bantuan dan kondisi ekonomi orang tua tidak memungkinkan,” ungkapnya.
Melihat kondisi itu, mahasiswa HMPS yang sebagian juga merupakan penerima beasiswa non-KIP berinisiatif menggelar sosialisasi agar teman-teman mereka dapat mendaftar pada skema beasiswa lain yang masih terbuka.
Kegiatan ini turut menghadirkan mahasiswa penerima beasiswa dari KSE, PLN, Pertamina, Bank Indonesia, dan Baznas untuk berbagi pengalaman mengenai proses seleksi hingga kiat lolos beasiswa.
Melalui sosialisasi ini, pihak universitas berharap mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik namun terkendala ekonomi tetap mendapatkan kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan.(PNI-02)
