AMBON, PNI.- Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy menegaskan komitmen kuat dalam pengembangan sekolah laboratorium terintegrasi dari jenjang PAUD hingga SMA sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas pendidikan di Maluku.
Penegasan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan tim Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di ruang rapat Rektor Unpatti, Jumat (10/4). Kunjungan ini dilakukan untuk memverifikasi lokasi rencana pembangunan Unit Sekolah Baru sekaligus meninjau langsung proses pembelajaran di sekolah laboratorium Unpatti.
Rektor menyebut, pengembangan sekolah terintegrasi ini merupakan program strategis yang berdampak langsung pada penguatan sumber daya manusia di masa depan. “Ini bisa kita sebut sebagai program strategis nasional karena memiliki dampak besar bagi pengembangan sumber daya manusia ke depan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pengembangan sekolah laboratorium Unpatti telah dimulai sejak 2021 dan mencakup seluruh jenjang pendidikan. Bahkan, untuk tingkat SMP dan SMA, sekolah tersebut telah meraih akreditasi A dengan capaian prestasi siswa yang membanggakan.
Menurutnya, sistem pembelajaran yang diterapkan berbasis riset dan didukung fasilitas laboratorium kampus, menjadikan kualitas pendidikan di sekolah tersebut semakin kompetitif. Namun, keterbatasan infrastruktur masih menjadi tantangan utama. “Kita masih menggunakan gedung lama yang dialihfungsikan. Ke depan, kita membutuhkan fasilitas yang lebih representatif,” ungkapnya.
Rektor juga menambahkan, pengembangan kawasan pendidikan akan diarahkan secara terpadu, termasuk integrasi dengan program pembelajaran berbasis praktik seperti pertanian produktif.
Sementara itu, perwakilan Direktorat SMA Kemendikdasmen, Amalia, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses seleksi nasional pembangunan 34 sekolah baru di Indonesia. “Kami hadir untuk memverifikasi langsung kondisi lahan yang diusulkan Unpatti sebagai bagian dari penilaian kelayakan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kejelasan status lahan menjadi syarat utama, termasuk dorongan untuk skema hibah guna menghindari potensi sengketa di masa depan. Selain itu, tim juga menilai potensi pengembangan sekolah dalam lima tahun ke depan. ‘’Kami mencari institusi yang siap mengembangkan model pendidikan terintegrasi. Ini bagian dari strategi besar peningkatan kualitas pendidikan nasional,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, menilai Unpatti memiliki potensi besar menjadi pusat pendidikan bagi masyarakat Maluku. “Unpatti bisa menjadi rumah belajar bagi anak-anak Maluku jika didukung sarana dan prasarana yang memadai,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pembangunan Unit Sekolah Baru untuk menghindari tumpang tindih fasilitas antara aktivitas sekolah dan perkuliahan. Selain itu, ia juga menyoroti perlunya integrasi sistem pendidikan lintas jenjang yang selama ini masih terkotak-kotak. “Kita harus keluar dari ego sektoral. Siklus pendidikan harus dibangun utuh dari dasar hingga perguruan tinggi,” tegasnya.
Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan langsung lokasi pembangunan sekolah laboratorium Unpatti. Hasil verifikasi lapangan nantinya akan menjadi dasar keputusan kementerian terkait realisasi pembangunan Unit Sekolah Baru di lingkungan Unpatti.(PNI-02)
