AMBON, PNI.- Bupati Maluku Tenggara, M. Taher Hanubun, menandatangani perjanjian kerja sama dengan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon bersama para bupati dan wali kota dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, Ambon, Selasa (10/2). Ini bertepatan dengan peluncuran tiga Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang baru dibuka.
Adapun tiga program studi spesialis tersebut meliputi Spesialis Bedah, Spesialis Penyakit Dalam, serta Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn).
Kepada wartawan usai kegiatan, Taher Hanubun menyampaikan apresiasinya atas pembukaan tiga program spesialis tersebut. Menurutnya, hal ini menjadi momentum penting bagi peningkatan layanan kesehatan di Maluku.
“Ini luar biasa. Negara memberikan kepercayaan kepada Universitas Pattimura melalui Fakultas Kedokteran untuk membuka tiga jurusan spesialis. Ini membangkitkan semangat kita bahwa Maluku disejajarkan dengan wilayah-wilayah lain,” kata Hanubun.
Ia menegaskan, dukungan pemerintah daerah tidak boleh sebatas pernyataan, tetapi harus diwujudkan secara nyata.
“Kita harus datang dan memberikan dukungan, bukan sekadar omong-omong. Dukungan itu harus nyata, bukan hanya janji atau ucapan,” tegasnya.
Hanubun menjelaskan, Kabupaten Maluku Tenggara saat ini memiliki dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Umum Daerah dan Rumah Sakit di Elat, namun masih mengalami kekurangan dokter spesialis.
“Dokter spesialis masih kurang, yang ada sebagian besar dokter umum. Karena itu saya mendukung penuh tiga prodi spesialis ini,” ujarnya.
Ia berharap, lulusan dari program spesialis tersebut nantinya dapat ditempatkan di daerah-daerah, termasuk Maluku Tenggara, untuk memperkuat pelayanan kesehatan.
“Paling tidak, dari tiga jurusan ini ada dua dokter spesialis yang bisa kembali dan mengabdi di Maluku Tenggara. Itu sudah saya siapkan,” ungkap Hanubun.
Lebih lanjut, ia menyebut kebutuhan dokter di Maluku Tenggara masih cukup besar. Saat ini, jumlah dokter specialis di rumah sakit hanya tujuh , sementara yang tersedia masih terbatas dan kami masih membutuhkan 3-4 specialis lagi juga dokter umum .
“Sekarang kita masih kekurangan dokter umum dan dokter spesialis. Ini yang terus kita dorong,” katanya.
Hanubun juga menegaskan kehadirannya dalam penandatanganan kerja sama tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen pribadi.
“Saya tidak mau hanya mengucapkan selamat. Saya datang langsung, dengar langsung, dan menandatangani kerja sama sebagai bentuk tanggung jawab dan dorongan terhadap tiga jurusan yang sudah dibuka ini,” pungkasnya.(PNI-01)
