AMBON, PNI.-
Mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) kembali mengukir prestasi membanggakan melalui ajang lomba karya ilmiah yang diselenggarakan oleh INPEX Masela Ltd. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi akademik, tetapi juga sarana memperkuat budaya ilmiah serta meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan.
Hal ini diungkapkan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, M.Pd, saat penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba karya ilmiah INPEX di ruang kerjanya, Selasa (4/3).

Dalam keterangannya, Dr. Aida menjelaskan bahwa lomba bertema “Sampah Hari Ini, Bencana Masa Depan” tersebut bertujuan memacu dan memotivasi mahasiswa agar mampu menuangkan gagasan ilmiah berbasis persoalan nyata di lingkungan sekitar. Tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini, sekaligus menantang mahasiswa menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan pengelolaan sampah.
Menurutnya, karya-karya yang dihasilkan mahasiswa sangat membanggakan, terutama yang mengangkat konsep daur ulang sampah berbasis potensi dan sumber daya lokal menjadi produk bernilai guna dan ekonomis. Gagasan tersebut dinilai sejalan dengan semangat pengembangan potensi daerah melalui pendekatan ilmiah.
Selain menyelenggarakan kompetisi, INPEX juga memberikan dukungan berupa beasiswa kepada sekitar 100 penerima, termasuk mahasiswa asal Maluku Barat Daya (MBD), serta membuka peluang pengembangan akademik hingga jenjang doktoral bagi dosen. Dukungan tersebut dinilai turut mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.
Dr. Aida juga mengungkapkan kebanggaannya atas capaian mahasiswa Unpatti di berbagai ajang. Pada awal tahun ini, mahasiswa Unpatti berhasil meraih tujuh medali emas di tingkat nasional dan internasional, di luar capaian dalam lomba karya ilmiah dan kompetisi akademik lainnya. “Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Pattimura mampu bersaing dan terus berkembang. Kami berharap semangat ini terus dijaga untuk memperkuat budaya ilmiah dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Terenci Layan selaku peraih Juara I menyampaikan bahwa pelaksanaan lomba dilakukan secara daring melalui tautan yang disediakan panitia selama dua hari. Ia mengaku memperoleh pengalaman berharga, terutama dalam memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan sampah sebagai persoalan lingkungan yang mendesak.
“Proses penyusunan karya ilmiah ini memberikan kesempatan untuk mengkaji permasalahan sampah secara lebih sistematis dan berbasis solusi. Harapannya, bukan saja mahasiswa, tetapi masyarakat juga dapat mengelola sampah dengan baik agar tidak lagi mencemari lingkungan sekitar,” tuturnya.
Adapun para pemenang lomba karya ilmiah INPEX yakni juara 1 : Terenci Layan, juara 2 : Yanti Makuku, juara 3 : Bintang Drian Pitna, harapan 1 : Eunike Lotkery serta harapan 2 : Opel Gerson Larmoka.(PNI-02)
