AMBON, PNI.-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku meminta pemerintah daerah mengantisipasi potensi penumpukan penumpang menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri, khususnya di wilayah Pulau Seram.
Sekretaris Komisi III DPRD Maluku, Abdullah Kelilauw mengatakan, lonjakan penumpang biasanya terjadi sekitar tujuh hari sebelum Idul Fitri, terutama di daerah dengan komunitas muslim yang sangat besar seperti di Kabupaten Seram Bagian Timur.
Hal itu disampaikan Kelilauw dalam rapat gabungan Komisi II dan Komisi III DPRD Maluku bersama mitra kerja di ruang paripurna DPRD Maluku, Jumat (6/3).
“Kalau kita lihat dari penjelasan tadi memang terlihat normal. Tapi biasanya penumpukan penumpang itu terjadi tujuh hari sebelum Lebaran,” ujarnya.
Kelilauw mengingatkan pengalaman tahun sebelumnya ketika banyak warga kesulitan mendapatkan kapal untuk mudik. Saat itu pemerintah daerah bahkan membantu masyarakat melalui berbagai inisiatif, termasuk memfasilitasi transportasi gratis.
Namun menurutnya, program mudik gratis tahun ini masih terbatas. Salah satunya layanan kapal Santika yang hanya dijadwalkan satu kali pelayaran pada 13 Maret menuju beberapa wilayah di Pulau Seram.
Selain itu, DPRD juga mempertanyakan kesiapan operasional kapal perintis Sabuk Nusantara 80 yang selama ini menjadi salah satu sarana transportasi penting bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Ia menilai jika kapal tersebut belum kembali beroperasi, masyarakat akan menghadapi kesulitan karena harus menempuh perjalanan lebih jauh dengan biaya lebih mahal.
Karena itu, DPRD meminta pemerintah daerah dan pihak terkait memastikan ketersediaan armada kapal serta memperjelas jadwal operasional Sabuk Nusantara 80 agar masyarakat dapat mudik dengan aman dan terjangkau.(PNI-01)
