AMBON, PNI.-Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Dr. Ruslan Tawari, M.Si, menekankan pentingnya menjaga integritas dan independensi pers di tengah tantangan era digital saat ini.
Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (9/2), bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80.
Menurut Ruslan, terdapat empat hal utama yang perlu menjadi perhatian insan pers saat ini.
Pertama, menjaga integritas dan independensi agar pers tetap berfungsi sebagai kontrol sosial yang objektif.
“Kami berharap pers tetap berani menyuarakan kebenaran tanpa tekanan kepentingan politik maupun ekonomi, serta setia pada kode etik jurnalistik,” ujarnya.
Kedua, pers diharapkan mampu menjadi penjernih informasi di tengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks, khususnya di era media sosial.
“Pers harus hadir sebagai clearing house, memastikan masyarakat memperoleh fakta, bukan sekadar opini,” katanya.
Ketiga, Ruslan mendorong insan pers untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan dan digitalisasi media.
“Industri pers harus semakin mahir memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan secara bijak untuk meningkatkan kualitas konten, tanpa kehilangan sentuhan kemanusiaan dan kedalaman analisis,” jelasnya.
Hal keempat yang tak kalah penting, lanjut Ruslan, adalah kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi jurnalis.
“Semoga kesejahteraan jurnalis semakin memadai dan perlindungan hukum terhadap mereka semakin kuat, sehingga tidak ada lagi intimidasi saat menjalankan tugas mulia di lapangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pers yang sehat akan melahirkan masyarakat yang cerdas, dan masyarakat yang cerdas merupakan pondasi bagi negara yang kuat.
Khusus di Maluku, Ruslan berharap pers benar-benar menyajikan fakta, bukan opini, serta bekerja secara profesional dan beretika.
“Saya sangat mengapresiasi peran pers secara keseluruhan. Selamat Hari Pers Nasional. Pers yang sehat, ekonomi berdaulat, negara kuat harus menjadi tema sentral yang terus kita perjuangkan,” tutupnya.(PNI-01)
