AMBON, PNI.- Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Universitas Pattimura, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd, mendorong peran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Hal tersebut disampaikan saat Pelantikan Pengurus UKM di lingkungan Universitas Pattimura di Aula Rektorat Universitas Pattimura Ambon, Senin (9/3).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 19 UKM resmi dilantik, yakni UKM Katolik, UKM Lembaga Dakwah Kampus Al-Ikhwan, UKM Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK), UKM Hindu Dharma, UKM Paduan Suara Mahasiswa (Hotumese), UKM English Debating Club (EDC), UKM Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI), UKM Media, UKM Seni, UKM Pramuka, UKM Resimen Mahasiswa (Menwa), UKM Marching Band, UKM Pencak Silat, UKM Shorinji Kempo, UKM Karate, UKM Kickboxing, UKM Pattimura Diving Society, UKM Atletik, dan UKM Wushu.
Dalam sambutannya, Dr. Nur Aida menyampaikan apresiasi kepada para pembina UKM serta mahasiswa yang hadir. Ia menegaskan bahwa UKM merupakan sarana strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik.
Menurutnya, perkembangan UKM di Unpatti menunjukkan kemajuan yang signifikan. Jika sebelumnya UKM aktif hanya sekitar 11 unit, kini jumlahnya meningkat hingga 19 UKM yang direncanakan untuk dilantik. “UKM bukan hanya sekadar organisasi, tetapi merupakan wadah pembentukan kepribadian mahasiswa agar memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, serta kemampuan kepemimpinan yang baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa mahasiswa yang aktif dalam UKM diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kampus. Keterlibatan dalam organisasi dinilai dapat membentuk sikap empati, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.
Selain itu, para pengurus UKM yang baru dilantik diminta untuk aktif mengajak mahasiswa lain bergabung dalam berbagai kegiatan positif di kampus. Menurutnya, semakin banyak mahasiswa yang terlibat dalam aktivitas konstruktif, maka semakin kuat pula iklim akademik dan kebersamaan di lingkungan universitas.
Dr. Nur Aida juga menyoroti pentingnya peran UKM dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan kehidupan kampus. UKM diharapkan menjadi motor penggerak dalam menciptakan suasana yang damai, aman, dan kondusif di lingkungan kampus. “Mahasiswa UKM harus menjadi pelopor kedamaian di kampus. Jadikan organisasi ini sebagai sarana membangun solidaritas dan persatuan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi atas berbagai prestasi mahasiswa Universitas Pattimura melalui kegiatan UKM yang telah mengharumkan nama universitas di tingkat nasional maupun internasional.
Pelantikan tersebut secara resmi dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Universitas Pattimura, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd, dan ditutup dengan sesi foto bersama para pengurus UKM yang baru dilantik.(PNI-02)
AMBON, PNI.- Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Universitas Pattimura, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd, mendorong peran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Hal tersebut disampaikan saat Pelantikan Pengurus UKM di lingkungan Universitas Pattimura di Aula Rektorat Universitas Pattimura Ambon, Senin (9/3).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 19 UKM resmi dilantik, yakni UKM Katolik, UKM Lembaga Dakwah Kampus Al-Ikhwan, UKM Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK), UKM Hindu Dharma, UKM Paduan Suara Mahasiswa (Hotumese), UKM English Debating Club (EDC), UKM Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI), UKM Media, UKM Seni, UKM Pramuka, UKM Resimen Mahasiswa (Menwa), UKM Marching Band, UKM Pencak Silat, UKM Shorinji Kempo, UKM Karate, UKM Kickboxing, UKM Pattimura Diving Society, UKM Atletik, dan UKM Wushu.
Dalam sambutannya, Dr. Nur Aida menyampaikan apresiasi kepada para pembina UKM serta mahasiswa yang hadir. Ia menegaskan bahwa UKM merupakan sarana strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik.
Menurutnya, perkembangan UKM di Unpatti menunjukkan kemajuan yang signifikan. Jika sebelumnya UKM aktif hanya sekitar 11 unit, kini jumlahnya meningkat hingga 19 UKM yang direncanakan untuk dilantik. “UKM bukan hanya sekadar organisasi, tetapi merupakan wadah pembentukan kepribadian mahasiswa agar memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, serta kemampuan kepemimpinan yang baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa mahasiswa yang aktif dalam UKM diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kampus. Keterlibatan dalam organisasi dinilai dapat membentuk sikap empati, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.
Selain itu, para pengurus UKM yang baru dilantik diminta untuk aktif mengajak mahasiswa lain bergabung dalam berbagai kegiatan positif di kampus. Menurutnya, semakin banyak mahasiswa yang terlibat dalam aktivitas konstruktif, maka semakin kuat pula iklim akademik dan kebersamaan di lingkungan universitas.
Dr. Nur Aida juga menyoroti pentingnya peran UKM dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan kehidupan kampus. UKM diharapkan menjadi motor penggerak dalam menciptakan suasana yang damai, aman, dan kondusif di lingkungan kampus. “Mahasiswa UKM harus menjadi pelopor kedamaian di kampus. Jadikan organisasi ini sebagai sarana membangun solidaritas dan persatuan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi atas berbagai prestasi mahasiswa Universitas Pattimura melalui kegiatan UKM yang telah mengharumkan nama universitas di tingkat nasional maupun internasional.
Pelantikan tersebut secara resmi dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Universitas Pattimura, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd, dan ditutup dengan sesi foto bersama para pengurus UKM yang baru dilantik.(PNI-02)
