AMBON, PNI.- Ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar sebuah penampilan. Di panggung dunia, Hotumese Choir dari Ambon tidak hanya menyanyikan lagu, tetapi juga membawa identitas Maluku dan semangat Indonesia kepada masyarakat dunia.
Dari Ambon, kota yang dikenal sebagai UNESCO City of Music, Hotumese Choir terus bertumbuh melewati berbagai tantangan. Menyeberangi lautan dari Timur Indonesia, kelompok paduan suara ini kini berdiri di panggung internasional dalam ajang World Choir Games 2026 di Swedia.
Pada penampilan 13–14 Agustus 2026 waktu Swedia, Hotumese Choir membawakan Uptown Funk dengan energi, keceriaan, dan kepercayaan diri. Namun, di balik harmoni suara dan gerakan di atas panggung, terselip pesan yang lebih besar: keramahan Indonesia, keterbukaan, serta persahabatan dengan siapa pun.
Semangat tersebut sejalan dengan makna yang terkandung dalam World Choir Games, yang mempertemukan berbagai bangsa dan budaya melalui musik. Bukan untuk menjadikan semua suara sama, melainkan menunjukkan bahwa perbedaan dapat berpadu dan menghasilkan harmoni.
“Persahabatan sungguh dapat mengubah dunia. Persahabatan adalah jalan menuju perdamaian.” Pesan tersebut disampaikan salah satu peserta kepada media ini melalui WhatsApp, Jumat (14/8).
Pesan itu menemukan maknanya di atas panggung ketika anak-anak muda Ambon memilih menyapa dunia bukan dengan kata-kata panjang, melainkan melalui musik.
Setiap nada yang dinyanyikan menjadi bagian dari cerita tentang Ambon, tentang Maluku, dan tentang Indonesia yang kaya akan keberagaman, namun tetap mampu berdiri dalam satu harmoni.
Hotumese Choir membuktikan bahwa musik bukan hanya soal kompetisi dan penampilan. Musik juga dapat menjadi ruang perjumpaan, membangun persahabatan lintas negara, sekaligus memperkenalkan wajah Indonesia yang ramah kepada dunia. Dari Maluku untuk Indonesia. Dari Ambon untuk dunia. (PNI-02)
