AMBON, PNI.- Sebanyak 589 mahasiswa baru Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon didorong menjadi generasi muda yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa. Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FST Unpatti Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar di Gedung Auditorium Unpatti, Selasa (1/9).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Dekan FST Unpatti, Prof. Dr. Henry Wattimena. PKKMB FST Unpatti mengusung tema “Menguatkan Karakter, Mendorong Motivasi, Mewujudkan Mahasiswa Unpatti Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045.”
Wakil Dekan III FST Unpatti, Dr. Richard Lokollo, mengatakan PKKMB bukan sekadar kegiatan untuk memperkenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. Menurutnya, PKKMB menjadi momentum penting untuk membentuk karakter sekaligus menumbuhkan motivasi mahasiswa sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi. “PKKMB ini tidak sekadar menjadi ajang pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun karakter mahasiswa baru agar mampu menjadi generasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Richard.
Ia mengatakan, mahasiswa FST Unpatti tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik dan memperoleh gelar sarjana. Mahasiswa juga dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif serta memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Karena itu, mahasiswa baru didorong memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan potensi dan keterampilan melalui berbagai kegiatan. Mulai dari penelitian, pengabdian kepada masyarakat, organisasi kemahasiswaan hingga pengembangan inovasi dan teknologi. “Mahasiswa harus mampu melihat berbagai persoalan di masyarakat dan menghadirkan solusi melalui ilmu pengetahuan, kreativitas dan inovasi,” katanya.
Sebagai fakultas yang fokus pada bidang sains dan teknologi, FST Unpatti memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang mampu menghadapi perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan. Mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pencipta inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mahasiswa bukan hanya dipersiapkan untuk mendapatkan gelar akademik, tetapi juga menjadi insan yang mampu memberi solusi dan menghadirkan perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya,” tandasnya.(PNI-02)
