AMBON, PNI.– Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., memberikan kuliah umum di Aula Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Rabu (2/9). Kehadiran Zulkifli Hasan di kampus tersebut menjadi momentum penting bagi Unpatti untuk memperluas wawasan mahasiswa dan akademisi terkait isu strategis pangan yang tengah menjadi perhatian pemerintah.
Dalam agenda tersebut, Menko Pangan RI tampak berdialog langsung bersama jajaran Universitas Pattimura dalam suasana yang berlangsung akrab dan interaktif. Kegiatan ini turut dihadiri Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd. Kehadiran pimpinan universitas bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan menunjukkan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di sektor pangan.

Isu ketahanan dan kedaulatan pangan menjadi semakin strategis di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Sebelumnya, dalam sejumlah kuliah umum, Zulkifli Hasan juga menekankan pentingnya swasembada pangan serta pembangunan yang tetap berpihak kepada masyarakat, termasuk petani dan nelayan.
Bagi Maluku, isu pangan memiliki dimensi yang sangat penting. Sebagai wilayah kepulauan dengan potensi kelautan, pertanian, perkebunan, dan perikanan yang besar, penguatan sumber daya manusia dan inovasi berbasis potensi lokal menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan pangan di daerah.
Karena itu, kehadiran Menko Pangan di Unpatti tidak sekadar menjadi agenda kuliah umum. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif pemerintah dengan dunia akademik, sekaligus membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih besar melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Universitas Pattimura sendiri memiliki posisi strategis sebagai salah satu perguruan tinggi utama di kawasan timur Indonesia. Potensi riset dan sumber daya akademik yang dimiliki Unpatti dapat diarahkan untuk mendukung berbagai agenda pembangunan, termasuk pengembangan pangan berbasis potensi wilayah kepulauan.
Melalui kuliah umum tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami kebijakan pangan dari perspektif pemerintah, tetapi juga terdorong untuk melihat persoalan pangan sebagai tantangan yang membutuhkan inovasi, kolaborasi, dan keterlibatan generasi muda.(PNI-02)
