AMBON, PNI.- Rencana pembangunan lima rumah sakit umum di lima kabupaten di Maluku pada tahun 2027 membawa harapan baru bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT). Anggota DPRD Maluku, Anos Jeremias, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, atas rencana pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.
Khusus di Kabupaten MBD, rumah sakit umum direncanakan dibangun di Tiakur dengan dukungan fasilitas modern. Sementara itu, pembangunan rumah sakit di Kabupaten Kepulauan Tanimbar juga diharapkan memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan tersebut. “Beta menyampaikan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur Maluku yang telah memperjuangkan pembangunan rumah sakit bagi masyarakat Maluku, termasuk basudara di MBD dan Kepulauan Tanimbar,” ujar Anos seperti dikutip dari media sosialnya, Sabtu (10/10).
Menurut Anos, rencana pembangunan rumah sakit tersebut sangat berarti bagi masyarakat MBD dan KKT yang selama ini menghadapi berbagai kendala dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai. Selama ini, kata dia, sejumlah warga MBD harus menjalani pengobatan atau dirujuk ke Saumlaki, Ambon, hingga Kupang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kondisi geografis kepulauan, keterbatasan transportasi, faktor cuaca, serta tingginya biaya perjalanan pasien dan keluarga pendamping menjadi tantangan tersendiri. Bahkan, menurut Anos, terdapat warga yang meninggal dunia dalam proses rujukan maupun saat menjalani perawatan di luar daerah. Kondisi tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Karena itu, ia berharap kehadiran rumah sakit di Tiakur dan Saumlaki dapat mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan perawatan medis. Anos mengingatkan bahwa pembangunan gedung rumah sakit perlu diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung yang memadai.
Ketersediaan dokter spesialis, tenaga kesehatan, peralatan medis modern, serta obat-obatan menjadi faktor penting agar rumah sakit dapat memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat. Selain itu, penguatan akses transportasi dan sistem rujukan dari pulau-pulau kecil juga dinilai perlu mendapat perhatian agar masyarakat di wilayah terpencil dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan merata.(PNI-01)
