AMBON, PNI.- Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, mengimbau masyarakat di Kota Ambon dan sejumlah wilayah di Maluku yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah perlindungan kesehatan secara mandiri.
Anos menegaskan, masyarakat perlu mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, terutama bagi warga yang masih harus beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi kualitas udara yang terganggu.
Terkait penanganan dampak kabut asap, Anos mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. Hasil koordinasi tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku telah menyurati dinas kesehatan kabupaten/kota untuk membantu penyediaan masker bagi masyarakat terdampak. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku atas perhatian dan langkah yang telah dilakukan. Kami berharap bantuan tersebut dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujar Anos, Senin (12/10).
Meski pemerintah telah mengambil langkah membantu masyarakat, Anos meminta warga yang mampu agar tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Ia mengimbau setiap keluarga menyiapkan masker secara mandiri sebagai langkah awal melindungi diri dari paparan asap. “Kesadaran menjaga kesehatan harus dimulai dari diri sendiri. Mari masing-masing menyiapkan masker untuk diri dan keluarga. Jangan menunggu bantuan baru mengambil langkah perlindungan,” tegasnya.
Selain menggunakan masker, Anos meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan, perlu mendapat perhatian khusus.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul selama terpapar kabut asap. Warga yang mengalami keluhan dan membutuhkan pertolongan diimbau segera mendatangi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Menurut Anos, upaya pencegahan harus disertai edukasi yang memadai dari tenaga kesehatan. Edukasi tersebut meliputi pemilihan jenis masker yang sesuai, cara menggunakan masker dengan benar, serta langkah-langkah untuk mengurangi paparan asap. Ia berharap koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota berjalan efektif sehingga bantuan masker dan informasi kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. “Kepedulian pemerintah dan kesadaran masyarakat harus berjalan bersama. Mari katong saling mengingatkan dan membantu basudara yang membutuhkan, supaya kesehatan masyarakat tetap terjaga,” tutup Anos.(PNI-01)
