AMBON, PNI.-
Sebagai bentuk aksi nyata di masa Prapaskah 2026, puluhan siswa kelas VIII A SMP Katolik Ambon berbagi dengan sesama, Jumat (13/3). Aksi berbagi dalam bentuk makanan ini dilaksanakan di seputaran lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk memahami makna berbagi serta menumbuhkan rasa empati terhadap orang-orang yang kurang mampu di sekitar mereka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi siswa agar memiliki sikap peduli, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan.
Dalam pelaksanaannya, setelah mendapat persetujuan RD. Alfons L. Suarubun S. Fils sebagai kepala sekolah, para pelajar ini lewat kesepakatan bersama mengumpukan uang jajan mereka untuk dibelikan makanan dan dibagikan kepada orang yang membutuhkan. Diantaranya dibagikan kepada koster Gereja Katedral St. Fransiskus Xaverius Ambon yang dengan tulus melayani umat untuk beribadah, petugas kebersihan, penarik becak, petugas parkir, sopir angkot dan sebagainya.

Melkianus Tamanak, S. Pd selaku guru Pendidikan Agama Katolik mengatakan, kegiatan ini bertemakan “Melayani dengan Berbagi”. ‘’Ini merupakan salah satu bentuk keterlibatan para siswa secara langsung dalam salah satu dari 5 tugas gereja yakni Diakonia, sekaligus bentuk dari aksi puasa pembangunan di masa Prapaskah,’’ ungkap Tamanak.
Hal senada diungkapkan Wali kelas VIII A SMP Katolik Ambon, Sopia Damaris Wattimena S. Pd. Menurutnya, melalui kegiatan ini anak-anak belajar untuk berbagi dengan sesama. ‘’Mereka juga belajar untuk memiliki kepedulian dengan orang lain,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Krisda Yamrewav siswa kelas VIII A mengatakan, berbagi kasih dengan membagikan makanan ini merupakan perbuatan yang baik. ‘’Kegiatan ini menunjukan rasa peduli untuk orang lain yang membutuhkan. Dengan berbagi, orang yang menerima makanan pasti merasa senang dan terbantu. Hal kecil seperti ini bisa membuat hubungan antar manusia menjadi lebih hangat. Jadi berbagi adalah salah satu cara sederhana untuk menunjukan kasih kepada sesame,’’ ungkapnya.
Hal yang sama diungkapkan Zipora Loupatty dan Agape Puturuhu. Kedua siswa kelas VIII A ini juga mengapresiasi kegiatan yang mereka laksanakan. ‘’Kegiatan berbagi di tempat umum ini asik dan seru sekali. Dari kegiatan ini katong (kita, red) bisa belajar untuk saling peduli. Katong juga jadi tahu arti berbagi dengan hati yang tulus. Walau yang katong kasih sederhana, tapi sangat berarti. Orang yang menerima juga pasti merasa senang. Kegiatan ini bikin katong rasa bahagia sama-sama. Katong juga belajar untuk lebih bersyukur,’’ ungkap Zipora.
Menurut Agape, melalui momen sosial ini, mereka bisa belajar saling tolong menolong satu dengan yang lain. ‘’Aksi ini juga melatih kemandirian katong untuk mengelolah suatu kegiatan, cara koordinasi dengan teman teman, komunikasi antara guru dan siswa supaya lebih baik dan harmonis. Selain nanti nilai yang akan katong dapat karna su jalankan aksi ini, ada semacam new experience (pengalaman baru) par katong jadi semakin peduli dan mau berbagi,’’ pungkasnya.(PNI-03)
