AMBON, PNI.- Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat dan pelaku usaha lokal menjadi bagian utama dalam rantai pasok Proyek Strategis Nasional Blok Masela. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, melalui sambutan yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku, Kasrul Selang, pada Focus Group Discussion (FGD) Blok Masela yang digelar Universitas Pattimura bersama INPEX Masela Ltd di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (11/6).
FGD bertema “Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Berbasis Peningkatan Kapasitas Penyedia Barang dan Jasa untuk Menunjang Proyek Abadi LNG” itu menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan Blok Masela.
Dalam sambutannya, Gubernur menyatakan bahwa keberadaan Blok Masela tidak hanya menjadi proyek energi berskala nasional, tetapi juga harus mampu mendorong transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku. “Kehadiran Proyek Blok Masela harus menjadi penggerak transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku,” ujar Hendrik dalam sambutan tertulisnya.
Menurutnya, Blok Masela memiliki nilai ekonomi dan geostrategis yang besar bagi Indonesia sekaligus menjadi momentum penting bagi Maluku untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah, memperluas lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru yang berkelanjutan. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan proyek tersebut tidak hanya diukur dari besarnya investasi maupun kapasitas produksi LNG yang dihasilkan. “Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat Maluku menjadi pelaku utama dalam rantai ekonomi yang terbentuk, ketika pelaku usaha lokal mampu menjadi bagian dari rantai pasok, dan ketika generasi muda Maluku memiliki kompetensi untuk mengisi berbagai peluang kerja dan usaha yang tersedia,” tegasnya.
Karena itu, Pemprov Maluku mendorong agar pelaku usaha daerah memperoleh akses yang lebih luas terhadap informasi, pendampingan, sertifikasi, pembiayaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu memenuhi standar industri migas.
Pemerintah daerah juga akan terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk menyiapkan SDM unggul, memperkuat UMKM, meningkatkan konektivitas dan infrastruktur pendukung, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Gubernur turut menekankan pentingnya peran Universitas Pattimura sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang dapat menghasilkan rekomendasi strategis bagi pembangunan daerah. Ia berharap Blok Masela dapat menjadi katalisator dalam m ewujudkan visi Maluku yang maju, adil, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045. “Kita tidak boleh menjadi penonton di tanah sendiri. Sebaliknya, kita harus menjadi pelaku, penggerak, dan penerima manfaat utama dari pembangunan yang sedang berlangsung,” katanya.
FGD tersebut turut dihadiri Rektor Unpatti, Prof.Dr. Fredy Leiwakabessy M.Pd, Wakil Rektor IV Unpatti, Dr.Ruslan Tawari, perwakilan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, perwakilan INPEX Masela Ltd, serta pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku.(PNI-02)
