AMBON, PNI.- Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Amirudin, menyoroti persoalan target operasional yang dinilai tidak seimbang dengan dukungan fasilitas di lapangan, serta kondisi infrastruktur jalan menuju sekolah yang membahayakan keselamatan pelajar di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Hal itu disampaikan Amirudin dalam rapat paripurna penyampaian LKPJ Gubernur Maluku Tahun Anggaran 2025, pekan lalu.
Menurutnya, sejumlah kepala cabang pendidikan dibebani target kinerja yang tinggi, namun tidak diiringi dengan dukungan operasional yang memadai. “Target yang diberikan sangat besar, tetapi operasional yang mereka terima sangat terbatas. Kondisi ini membuat mereka kesulitan bahkan sampai mengeluh. Ke depan, perlu ada kebijakan yang memberi ruang lebih agar kinerja bisa meningkat,” ujar Amirudin.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi akses jalan menuju SMA Informatika di wilayah Seram Bagian Barat yang dinilai sangat memprihatinkan. Para pelajar harus melewati jalan dengan medan sulit dan berisiko tinggi setiap hari untuk bisa sampai ke sekolah. “Anak-anak sekolah harus melewati jalan yang sangat berbahaya. Bahkan dalam kondisi tertentu mereka tidak bisa ke sekolah karena akses yang sulit. Ini tentu sangat memprihatinkan,” katanya.
Ia menegaskan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan serius hingga korban jiwa jika tidak segera ditangani. “Kita jangan menunggu sampai ada korban baru bertindak. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Amirudin berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki akses jalan tersebut, demi menjamin keamanan dan kenyamanan para pelajar dalam menempuh pendidikan.(PNI-01)
