AMBON, PNI.- Universitas Pattimura (Unpatti) semakin menegaskan perannya sebagai penggerak utama penguatan sains dan transformasi pendidikan di Maluku. Hal ini ditunjukkan melalui penyelenggaraan Olimpiade Sains oleh Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang terus berkembang dan berdampak luas.
Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menegaskan komitmen universitas dalam membangun sumber daya manusia unggul di bidang sains dan teknologi. Hal tersebut disampaikan dalam penutupan sekaligus penyerahan hadiah Olimpiade Sains FST yang berlangsung di Aula Rektorat, Selasa (14/4).
Menurut Rektor, transformasi kelembagaan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjadi FST pada 2024 menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman. Perubahan ini diikuti dengan lonjakan jumlah program studi dari 4 menjadi 12, sebagai bentuk perluasan akses dan relevansi pendidikan tinggi. “Olimpiade sains bukan sekadar kompetisi, tetapi instrumen strategis dalam menjaring dan membina talenta muda di bidang sains. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Maluku,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar kegiatan ini ditingkatkan skalanya menjadi Olimpiade Sains tingkat Provinsi Maluku, disertai dengan sistem pengelolaan data peserta yang lebih terstruktur untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis data. Rektor menekankan pentingnya inovasi dalam pelaksanaan kompetisi dengan melibatkan guru sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Fentje Mandaku, S.Pd., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai wadah strategis dalam mengembangkan minat dan prestasi siswa. “Kegiatan ini menghadirkan siswa-siswa terbaik dari seluruh Maluku dan menjadi ruang aktualisasi prestasi yang sangat penting,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Maluku saat ini tengah fokus pada peningkatan mutu pendidikan melalui berbagai program prioritas, seperti revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, penyediaan fasilitas UKS, hingga program makan bergizi gratis bagi siswa.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, khususnya Unpatti, dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Bahkan, diharapkan hasil seleksi Olimpiade Sains Unpatti ke depan dapat diakui sebagai jalur resmi menuju tingkat nasional.
Ketua Panitia Olimpiade Sains, Dr. Windi Mose, S.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam pembinaan talenta unggul di bidang sains dan teknologi. Ia menilai antusiasme peserta yang terus meningkat setiap tahun menjadi indikator positif kesadaran sekolah terhadap pentingnya kompetisi akademik.
Dalam ajang Olimpiade Sains FST tahun ini, predikat Juara Umum diraih oleh SD Citra Kasih Ambon, SMP Dian Harapan Ambon, dan SMA Negeri 1 Ambon. Penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor Unpatti sebagai bentuk apresiasi atas capaian prestasi para peserta.(PNI-02)
