AMBON, PNI.- Anggota Komisi III DPRD Maluku, Allan Lohy mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) segera menyiapkan langkah strategis guna mengantisipasi potensi lonjakan tarif transportasi di wilayah kepulauan Maluku akibat dampak situasi global. Hal itu disampaikan Lohy dalam rapat kerja bersama mitra Komisi III di ruang paripurna DPRD Maluku, Karang Panjang Ambon, Senin (13/4).
Menurutnya, kondisi global yang tidak menentu, termasuk potensi konflik antarnegara, berisiko memicu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berdampak langsung pada tarif angkutan. “Kalau BBM naik, tarif transportasi pasti ikut naik, apalagi di Maluku yang sangat bergantung pada transportasi laut dan udara,” tegasnya.
Dia menyoroti tingginya ketergantungan masyarakat Maluku terhadap konektivitas antarwilayah, baik melalui kapal ferry maupun pesawat. Ia mengingatkan, kenaikan harga avtur sebelumnya telah mendorong lonjakan harga tiket pesawat hingga 80 persen. “Dampaknya sangat dirasakan masyarakat. Ini harus diantisipasi dari sekarang,” ujarnya.
Selain tarif, Lohy juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur transportasi seperti pelabuhan dan bandara, terutama menghadapi peningkatan mobilitas menjelang Idul Adha. Ia berharap langkah antisipatif tersebut dapat menjadi bagian dari perencanaan pemerintah daerah, termasuk dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ). “Kita harus siap sejak dini, karena ketidakpastian global ini belum bisa diprediksi kapan berakhir,” tandasnya.(PNI-01)
