AMBON, PNI.- Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti) mencanangkan Laboratorium Alam sekaligus melaksanakan aksi penanaman pohon di Desa Amahusu, Kota Ambon, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Dari rilis yang diterima media ini, Kamis (11/6), kegiatan tersebut berlangsung pada 5 Juni 2026 dan mengusung semangat pelestarian lingkungan melalui kolaborasi pendidikan, masyarakat, dan komunitas.
Pencanangan Laboratorium Alam dilakukan di kawasan Sanggar Hutan Musik Sound of Green Booy Ratan sebagai upaya menghadirkan ruang pembelajaran berbasis lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut diawali dengan aksi penanaman berbagai jenis pohon, antara lain mahoni, gaharu, dan gandaria. Bibit tanaman disediakan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kota Ambon, Pulau Ambon, dan Pulau-Pulau Lease sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan penghijauan dan konservasi lingkungan.
Ketua Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Unpatti, Dr. Christina Laamena, membuka kegiatan tersebut dan mengapresiasi kolaborasi yang terbangun antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, serta sekolah-sekolah di Desa Amahusu dalam mendukung pendidikan lingkungan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unpatti, pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA, serta berbagai komunitas peduli lingkungan. Selain menjadi momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kegiatan tersebut juga bertujuan menanamkan kesadaran ekologis sejak dini kepada generasi muda.
Menariknya, pencanangan Laboratorium Alam ini merupakan bagian dari gerakan kolaboratif yang dilaksanakan bersama tujuh perguruan tinggi mitra, termasuk Universitas Teknologi Petronas Malaysia. Kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen dunia pendidikan dalam mendorong aksi nyata pelestarian lingkungan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Direktur Ambon Music Office, Ronny Loppies, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan, seni, budaya, dan lingkungan untuk membangun kesadaran ekologis masyarakat.
Sementara Kepala Sanggar Booy Ratan, Jonas Silooy, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Laboratorium Alam sebagai pusat edukasi dan konservasi berbasis komunitas. Melalui pencanangan Laboratorium Alam dan gerakan “Satu Pohon Selamatkan Bumi”, Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unpatti menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan berbasis konservasi sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan di Kota Ambon.
Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon secara simbolis oleh seluruh peserta sebagai wujud tanggung jawab bersama menjaga kelestarian bumi bagi generasi mendatang.(PNI-02)
