AMBON, PNI.- Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menegaskan, pengembangan ekosistem rantai pasok untuk mendukung Proyek Abadi LNG Blok Masela harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Blok Masela hasil kerja sama Unpatti dan INPEX Masela Ltd.
Tema kegiatan ini adalah: Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Berbasis Peningkatan Kapasitas Penyedia Barang dan Jasa untuk Menunjang Proyek Abadi LNG Blok Masela di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (11/6).
Menurut Rektor, Proyek Abadi LNG Blok Masela tidak hanya berperan dalam mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Maluku. “Proyek Abadi LNG Blok Masela memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian energi Indonesia sekaligus menjadi pusat yg pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah. Karena itu, Unpatti bersama INPEX Masela Ltd. telah melakukan sejumlah kajian strategis guna memetakan kesiapan daerah menghadapi proyek tersebut.
Kajian tersebut meliputi studi kesiapan vendor lokal, kesiapan sumber daya manusia (SDM), serta survei rantai pasok dan peluang pengadaan lokal. Studi itu bertujuan memastikan pelaku usaha dan tenaga kerja lokal dapat terlibat secara aktif dalam rantai pasok proyek berskala nasional tersebut.
Selain itu, survei rantai pasok juga dilakukan untuk mengidentifikasi potensi sektor pangan dan komoditas lokal yang dapat memenuhi kebutuhan operasional proyek sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Keberhasilan proyek strategis seperti Blok Masela tidak hanya ditentukan oleh investasi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kesiapan pelaku usaha lokal, tenaga kerja terampil, serta sistem rantai pasok yang kuat dan berkelanjutan,” kata Leiwakabessy.
Ia berharap FGD yang melibatkan pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, perbankan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan dapat diimplementasikan untuk memaksimalkan manfaat Proyek Abadi LNG Blok Masela bagi masyarakat Maluku.(PNI-02)
