AMBON, PNI.- Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, menegaskan 1.036 wisudawan yang dilepas pada momentum Wisuda Unpatti, Rabu (29/7), harus mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Leiwakabessy saat memimpin prosesi wisuda Unpatti yang menjadi momentum puncak dari perjalanan akademik para lulusan. “Atas nama pimpinan Universitas Pattimura, civitas akademika dan tenaga kependidikan, saya mengucapkan selamat dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan,” ujar Leiwakabessy dalam sambutannya.
Pada periode wisuda kali ini, Unpatti meluluskan 1.036 wisudawan, terdiri dari 899 lulusan sarjana, 98 magister, tujuh doktor, tiga lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan 29 lulusan Pendidikan Profesi Dokter (PPD).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 lulusan berasal dari Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kabupaten Kepulauan Aru dan 24 lulusan dari PSDKU Seram Bagian Barat (SBB). Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan mencapai 3,53, sedangkan 18,16 persen wisudawan berhasil meraih predikat pujian atau cumlaude.
Untuk jenjang sarjana, rata-rata masa studi mencapai 4,3 tahun dengan usia rata-rata lulusan 24 tahun. Sementara lulusan magister rata-rata berusia 36 tahun, doktor 53 tahun, PPG 34 tahun, dan PPD 25 tahun.
Leiwakabessy mengatakan sebagian besar wisudawan telah menuntaskan seluruh persyaratan akademik dan administratif untuk memperoleh ijazah. Dalam prosesi kali ini, sebanyak 1.004 lulusan langsung menerima ijazah, sementara 32 lulusan lainnya masih menjalani proses verifikasi. “Dalam satu hingga dua minggu ke depan, mereka juga akan memperoleh ijazah yang menjadi hak mereka,” jelasnya.
Menurut Leiwakabessy, keberhasilan perguruan tinggi tidak lagi cukup diukur dari banyaknya mahasiswa yang berhasil diwisuda. Perguruan tinggi harus mampu menunjukkan dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat, bangsa, bahkan dunia global. Karena itu, Unpatti terus mengoptimalkan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. “Capaian IKU bukan sekadar angka atau pemenuhan administrasi, melainkan cerminan kesehatan tata kelola, relevansi kurikulum, serta kualitas Tridharma Perguruan Tinggi,” katanya.
Hingga Juli 2026, sejumlah capaian penting berhasil diraih Unpatti. Di antaranya, Unpatti terus mendorong lulusan agar memperoleh pekerjaan yang layak, menjadi wirausaha, maupun melanjutkan studi ke universitas ternama di dalam dan luar negeri. Pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus juga diperkuat melalui program asistensi mengajar, magang bersertifikat dan pertukaran mahasiswa.
Sementara kualitas dosen ditingkatkan melalui aktivitas mengajar di luar program studi, kolaborasi dengan industri dan praktisi, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang menjawab persoalan nyata di tingkat regional, nasional hingga internasional. Di bidang publikasi ilmiah, Unpatti telah menghasilkan tujuh artikel pada jurnal bereputasi internasional kuartil pertama (Q1), melampaui target enam artikel.
Penelitian kolaborasi internasional juga mencapai 7,8 persen dengan melibatkan 106 dosen. Keterlibatan sivitas akademika dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) turut menunjukkan peningkatan. “Transformasi ini menjadi bukti bahwa Universitas Pattimura terus berbenah menjadi institusi yang transparan dan berorientasi pada mutu,” tegasnya.
Di bidang mutu akademik, Unpatti kini telah memiliki 17 program studi dengan akreditasi unggul, sementara 18 program studi telah memperoleh akreditasi internasional.
Hingga 2026, Unpatti memiliki 115 program studi. Dari sisi sumber daya manusia, Unpatti memiliki 1.356 dosen, termasuk 127 guru besar, dengan 95 di antaranya merupakan guru besar aktif.
Selain itu, terdapat 416 dosen bergelar doktor dan 77 dosen bergelar magister serta tenaga kependidikan dengan berbagai status kepegawaian. Jumlah mahasiswa Unpatti pada semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027 mencapai sekitar 30.507 mahasiswa.
Leiwakabessy juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang berhasil meraih gelar doktor sepanjang periode tersebut. Dengan berbagai capaian tersebut, Leiwakabessy menegaskan Unpatti kini tengah menapaki jalan panjang dan strategis menuju visi sebagai World Class University.
Menurutnya, menjadi universitas kelas dunia bukan sekadar mengejar peringkat, melainkan meningkatkan standar akademik, memperluas jejaring kerja sama internasional dan meningkatkan publikasi ilmiah di tingkat global.
Pada kesempatan itu, Leiwakabessy juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para orang tua, wali, pasangan dan keluarga wisudawan yang telah memberikan doa, kesabaran serta pengorbanan hingga para lulusan berhasil mencapai titik tersebut.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran dalam mendidik para mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan di Universitas Pattimura.(PNI-01)
