AMBON, PNI.- Keterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang bagi Dina Artika Br. Sembiring untuk meraih prestasi akademik. Mahasiswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, itu berhasil menyandang predikat Lulusan Terbaik Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti) pada Wisuda Sarjana periode Juli 2026 di auditorium Unpatti Ambon, Rabu (29/6).
Dina menorehkan prestasi gemilang dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 dan berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 7 bulan. Yang membuat pencapaian tersebut semakin istimewa, Dina merupakan penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan berasal dari keluarga petani.
Kedua orang tuanya sehari-hari bekerja sebagai petani di Kabupaten Karo, dengan mengandalkan hasil pertanian seperti kacang panjang dan buncis untuk memenuhi kebutuhan keluarga.Latar belakang ekonomi keluarga tidak menyurutkan tekad Dina untuk menyelesaikan pendidikan tinggi dan membuktikan dirinya mampu berprestasi.
Selama menjalani perkuliahan di Unpatti, Dina mengaku menghadapi berbagai tantangan, terutama saat memasuki tahap penelitian untuk penyusunan skripsi. Penelitian yang dilakukannya melalui eksperimen di laboratorium beberapa kali mengalami kegagalan. Tidak hanya pada pengujian secara in vitro, tetapi juga pada tanaman yang menjadi objek penelitian.
Kondisi itu sempat membuat Dina terpukul. Namun, ia memilih tidak menyerah dan terus melakukan berbagai upaya hingga mendapatkan hasil penelitian sesuai yang diharapkan. Penelitian Dina berfokus pada pemanfaatan cengkeh asal Maluku sebagai bahan alami untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit busuk lunak pada sawi putih. Penyakit tersebut diketahui kerap ditemukan pada tanaman maupun hasil panen yang beredar di pasaran.
Menurut Dina, penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pengendalian penyakit tanaman yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya lokal Maluku.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Dina mengaku memiliki keinginan untuk melanjutkan studi ke jenjang magister. Namun, untuk sementara waktu ia memilih memasuki dunia kerja terlebih dahulu untuk memperoleh pengalaman sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
Keputusan itu juga didorong kondisi keluarganya, mengingat sang adik masih menempuh pendidikan di tingkat sekolah menengah atas. Dina turut menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang masih menjalani proses perkuliahan maupun sedang menyusun skripsi agar tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan. “Setiap proses pasti memiliki tantangan, tetapi setiap masalah selalu memiliki solusi. Tetap semangat, berpikir positif, dan jangan mudah menyerah dalam meraih cita-cita,” ungkap Dina.
Di akhir wawancaranya, Dina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk menempuh pendidikan tinggi melalui program KIP Kuliah.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berprestasi hingga akhirnya mampu meraih predikat lulusan terbaik Fakultas Pertanian Unpatti.
Prestasi Dina Artika Br. Sembiring menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih keberhasilan. Dengan ketekunan, disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, anak petani penerima KIP Kuliah itu mampu mengukir prestasi akademik sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Dina membuktikan, kesempatan pendidikan yang diberikan dapat menjadi jalan untuk mengubah keterbatasan menjadi prestasi.(PNI-02)
