AMBON, PNI.- Universitas Pattimura (Unpatti) kembali menegaskan komitmennya mencetak calon penegak hukum yang kritis dan berintegritas melalui Pattimura Court Competition III Fakultas Hukum 2026. Kompetisi sidang peradilan semu memperebutkan Piala Dekan III itu resmi digelar di Auditorium Fakultas Hukum Unpatti, Jumat (22/5).
Ajang tersebut menjadi wadah mahasiswa hukum mengasah kemampuan praktik peradilan, berpikir kritis, serta membangun argumentasi hukum secara profesional melalui simulasi persidangan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd, M.Pd menegaskan bahwa kompetisi peradilan semu bukan sekadar adu debat, tetapi ruang pembentukan intelektualitas dan etika calon penegak hukum masa depan. “Mahasiswa hukum harus mampu berbicara dengan data, berpikir dengan etika, dan berargumentasi dengan intelektualitas. Sebab, di tangan mahasiswa hukum, nilai-nilai keadilan akan diperjuangkan dengan cara yang beradab,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sportivitas dalam kompetisi akademik agar mahasiswa tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi mampu menjadikan proses tersebut sebagai ruang pembelajaran dan pendewasaan diri.
Dalam sambutannya, Nur Aida turut menyoroti ketimpangan sosial di Maluku, khususnya kondisi masyarakat pesisir yang masih hidup dalam keterbatasan meski berada di wilayah kaya sumber daya laut. “Laut Maluku memiliki sumber daya yang melimpah, tetapi mengapa masyarakat pesisir pada umumnya masih hidup dalam keterbatasan? Semoga melalui debat dan kompetisi ini lahir solusi-solusi untuk Maluku yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unpatti, Prof. Adonia Ivonne Laturette, menegaskan bahwa mahasiswa hukum tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus mampu menerapkan ilmu hukum secara profesional dan berintegritas. Menurutnya, Pattimura Court Competition menjadi sarana strategis dalam membentuk lulusan hukum yang siap menghadapi tantangan dunia profesi. “Melalui kegiatan ini mahasiswa diharapkan mampu mengasah kemampuan berpikir kritis, mempertajam analisis yuridis, serta memperluas wawasan hukum acara,” katanya.
Laturette juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap persoalan hukum di sektor kemaritiman dan perikanan di Maluku. Ia menilai berbagai isu hukum di wilayah kepulauan membutuhkan kontribusi pemikiran dari kalangan akademisi dan mahasiswa hukum. “Berbagai persoalan hukum di sektor perikanan dan kemaritiman membutuhkan perhatian serius dari mahasiswa hukum sebagai calon penegak hukum masa depan,” tegasnya.
Pembukaan Pattimura Court Competition III ditandai dengan pemukulan totobuang oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan bersama Dekan Fakultas Hukum, Ketua Panitia, dan Ketua UKM Peradilan Semu Unpatti. Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para juri, pengenalan delegasi peserta, serta sesi foto bersama seluruh peserta dan pimpinan universitas.(PNI-02)
