AMBON, PNI.- Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, menerima kunjungan diplomatik Duta Besar Kerajaan Belanda, Marc Gerritsen, dalam rangka memperkuat kolaborasi akademik dan riset internasional. Pertemuan berlangsung di ruang Rapat Rektor Gedung Rektorat Unpatti, Selasa (7/4).
Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk membahas kerja sama yang telah terjalin antara Unpatti dan sejumlah institusi pendidikan di Belanda, sekaligus menjajaki peluang baru di bidang pendidikan tinggi, penelitian, serta pertukaran mahasiswa dan dosen.

Rektor menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai bentuk nyata hubungan baik antara Indonesia dan Belanda, khususnya di sektor pendidikan. “Selamat datang di Universitas Pattimura, kampus kebanggaan masyarakat Maluku. Kami merasa terhormat atas kunjungan dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Ini merupakan wujud nyata dari hubungan persahabatan dan kerja sama yang telah terjalin,” ujar Leiwakabessy.
Ia menegaskan, kunjungan ini membuka ruang diskusi yang konstruktif terkait berbagai program kolaborasi yang tengah berjalan, sekaligus mendorong penguatan kerja sama ke depan.
Dirinya juga menyambut positif rencana kuliah tamu yang akan dibawakan oleh Duta Besar dengan tema “A Conversation with the Ambassador: Connecting the Dots between Maluku and the Netherlands”. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai dinamika pendidikan tinggi global. “Melalui kunjungan ini, kita harapkan dapat memperkuat kerja sama di bidang akademik, penelitian, serta pertukaran mahasiswa dan dosen, sehingga memberi manfaat nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di Maluku,” tambahnya.
Duta Besar Belanda, Gerritsen menjelaskan, kunjungannya bertujuan untuk memperkenalkan Belanda secara lebih luas, termasuk sejarah hubungan panjang antara Indonesia dan Belanda. Ia juga menyoroti peluang kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan, termasuk melalui program pendidikan dan riset bersama. “Kami ingin berbagi perspektif mengenai peluang dan tantangan di bidang pendidikan tinggi, serta membuka ruang dialog dengan mahasiswa di Ambon,” ungkap Gerritsen.
Kunjungan tersebut turut dihadiri para Wakil Rektor, Konsul Kehormatan Belanda di Ambon Kun Kusno, Konselor Pendidikan dan Sains Yvonne Klerks, jajaran International Office Unpatti, serta perwakilan mahasiswa. Diharapkan, pertemuan ini dapat menjadi langkah awal dalam mempererat hubungan antara Maluku dan Belanda, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan di masa mendatang.(PNI-02)
