AMBON, PNI.- Universitas Pattimura terus memperluas jejaring internasional dengan membuka peluang karier global bagi mahasiswa dan alumni. Langkah itu ditandai melalui peluncuran Program Vokasi dan Tren Industri hasil kerja sama dengan YAIJ Foundation atau Yayasan Aupair Indonesia Jerman.
Program yang berlangsung di Ruang Senat Unpatti, Kamis (21/5), tersebut menjadi pintu baru bagi mahasiswa untuk mengakses studi vokasi, pelatihan industri, hingga peluang kerja internasional di Eropa, khususnya Jerman.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unpatti, Ruslan H. S. Tawari, menegaskan bahwa program internasional seperti ini penting untuk membentuk pola pikir generasi muda agar siap bersaing di dunia kerja global. “Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan bukan hanya pengalaman, tetapi juga memberikan arah dan cara berpikir untuk bagaimana membangun masa depan,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Menurutnya, mahasiswa harus berani memanfaatkan peluang internasional dengan komitmen dan kesiapan diri, sebab tidak semua orang mendapatkan akses yang sama terhadap program pengembangan global. Ia juga menilai generasi muda di Maluku perlu memiliki pola pikir progresif dan keberanian keluar dari zona nyaman untuk membangun masa depan yang lebih kompetitif.
Sementara itu, Kepala PT YAIJ Cabang Ambon sekaligus perwakilan YAIJ Foundation, Yulia Rumpeniak, menjelaskan bahwa pemerintah Jerman saat ini membutuhkan banyak tenaga muda produktif di berbagai sektor industri dan layanan kerja. “Kami hadir untuk memperkenalkan kepada mahasiswa dan alumni Universitas Pattimura bahwa ada peluang untuk berkarier dan mendapatkan pengalaman internasional di luar negeri, khususnya di Jerman,” katanya.
Melalui program tersebut, mahasiswa dan alumni Unpatti dapat mengakses berbagai jalur pengembangan internasional, termasuk program Ausbildung atau pendidikan vokasi di Jerman, kursus bahasa, hingga program pertukaran budaya ke Amerika Serikat dan Belgia. Menariknya, YAIJ Foundation juga menawarkan subsidi pembiayaan hingga 70 persen guna membantu peserta mengikuti program internasional tersebut.
Program ini disambut antusias oleh mahasiswa dan alumni yang hadir. Unpatti berharap kerja sama tersebut dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi lulusan sekaligus memperkuat reputasi kampus di tingkat global.(PNI-02)
