AMBON, PNI.- Anggota DPRD Maluku, Anos Yeremias, mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawalan dan operasional angkutan truk container. Ini setelah seorang pejalan kaki lanjut usia meninggal dunia akibat tertabrak truk kontainer di kawasan Simpang Al-Fatah, Kota Ambon.
Anos menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem keselamatan lalu lintas, khususnya terhadap operasional kendaraan berat di wilayah Kota Ambon. “Peristiwa meninggalnya seorang pejalan kaki lanjut usia akibat tertabrak truk kontainer di kawasan Simpang Al-Fatah merupakan duka yang mendalam bagi kita semua. Saya turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberikan kekuatan serta penghiburan,” kata Anos kepada wartawan, Rabu (5/8).
Politisi Partai Golkar itu menilai insiden tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas angkutan kontainer. Ia meminta Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease mengevaluasi sistem pengawalan kendaraan kontainer yang selama ini melayani rute dari dan menuju Pelabuhan Yos Sudarso.
Menurut Anos, evaluasi perlu mencakup pengaturan jam operasional, penetapan rute perjalanan, hingga pengawasan terhadap kepatuhan pengemudi terhadap batas kecepatan dan seluruh ketentuan lalu lintas.
Selain aparat kepolisian, Anos juga meminta PT Pelindo memperkuat koordinasi dengan perusahaan angkutan kontainer serta instansi terkait guna meningkatkan aspek keselamatan dalam rantai distribusi logistik. “Keselamatan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap aktivitas distribusi logistik, mulai dari area pelabuhan hingga kendaraan berada di jalan raya,” tegasnya.
Anos menegaskan, kelancaran distribusi barang tidak boleh mengorbankan keselamatan masyarakat. Karena itu, diperlukan komitmen bersama antara kepolisian, PT Pelindo, perusahaan angkutan kontainer, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan sistem pengangkutan logistik berlangsung aman, tertib, dan tidak membahayakan pengguna jalan.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting dalam memperkuat budaya keselamatan berlalu lintas di Maluku. “Setiap nyawa manusia sangat berharga dan wajib kita lindungi bersama,” tutupnya.(PNI-01)
