AMBON, PNI.- Universitas Pattimura (Unpatti) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Maluku melalui Program Pendampingan Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Komitmen tersebut ditegaskan Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., saat penandatanganan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Direktorat Sekolah Menengah Atas Kemendikdasmen di Ruang Rapat Rektor Universitas Pattimura, Selasa (4/8).
Rektor mengatakan, revitalisasi pendidikan merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak jenjang PAUD hingga SMA. Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas proses belajar mengajar, tetapi juga ditopang oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. “Selama dua tahun terakhir Universitas Pattimura telah berpartisipasi aktif memberikan pendampingan, pengawasan, dan monitoring terhadap pelaksanaan program revitalisasi agar berjalan sesuai sasaran dan tujuan yang ditetapkan pemerintah,” ujar Leiwakabessy.
Ia menjelaskan, Unpatti telah menugaskan tim yang memiliki kompetensi di bidang perencanaan, pembangunan, serta pengawasan infrastruktur pendidikan untuk mendampingi sekolah-sekolah yang menjadi sasaran program revitalisasi. Menurutnya, kerja sama yang dibangun setiap tahun melalui nota kesepahaman (MoU) diharapkan mampu memastikan seluruh program berjalan secara efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Maluku.
Pada kesempatan itu, dirinya juga memperkenalkan Sekolah Laboratorium Universitas Pattimura yang saat ini menyelenggarakan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA. Bahkan, Unpatti tengah merencanakan pembukaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai bagian dari pengembangan layanan pendidikan terpadu.
Ia mengungkapkan, dalam kurun waktu lima tahun sejak berdiri, SMP dan SMA Laboratorium Universitas Pattimura berhasil meraih Akreditasi A. Capaian tersebut menjadi bukti meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah laboratorium. “Harapan kami, kolaborasi antara Universitas Pattimura, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga program revitalisasi pendidikan dapat berlangsung berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Maluku,” katanya.
Sementara itu, Penata Layanan Operasional Kemendikdasmen, Fuad Yusril Wahhab, menegaskan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana yang layak menjadi salah satu indikator utama peningkatan mutu pendidikan.
Menurut Fuad, keberhasilan program revitalisasi tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga ditentukan oleh kualitas pengawasan dan pendampingan selama proses pelaksanaannya. Ia menjelaskan, tantangan pembangunan di daerah dengan kondisi geografis yang kompleks membutuhkan keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam melakukan pengawasan serta memberikan solusi terhadap berbagai kendala di lapangan.
Fuad berharap tim pendamping Universitas Pattimura dapat melakukan identifikasi dini terhadap sekolah-sekolah yang berpotensi mengalami keterlambatan pekerjaan serta memberikan rekomendasi agar pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai perencanaan dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unpatti Dr. Ruslan H.S. Tawari, M.Si., Widyaprada BPMP, jajaran Direktorat SMA Kemendikdasmen, serta Tim Pendamping Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMA.(PNI-02)
