AMBON, PNI.- Program Studi S1 Teknologi Hasil Perikanan (THP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Pattimura (Unpatti), memperkuat mutu akademik melalui penerapan sistem pengukuran dan evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) berbasis digital. Langkah ini dilakukan untuk memastikan implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Proses Pengukuran dan Evaluasi CPL Secara Digital bagi dosen yang berlangsung di Ruang Seminar FPIK Unpatti, Rabu (30/9). Kegiatan ini menghadirkan Instruktur Asesmen Pembelajaran Digital, Dr. Bruri Melky Laimeheriwa, S.Pi., M.Si., sebagai narasumber utama.
Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi dosen dalam mengukur serta mengevaluasi ketercapaian pembelajaran mahasiswa melalui sistem digital, sekaligus memperkuat penerapan kurikulum yang berorientasi pada hasil pembelajaran.
Wakil Dekan Bidang Akademik FPIK Unpatti, Dr. Ir. Simon Tubalawony, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dosen merupakan faktor penting dalam memastikan pelaksanaan kurikulum sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
Menurutnya, dosen perlu memahami keterkaitan antara kurikulum, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Keterkaitan tersebut menjadi dasar dalam memastikan setiap mata kuliah memberikan kontribusi nyata terhadap kompetensi lulusan.
Ia menjelaskan, penyusunan kurikulum dan pelatihan RPS yang telah dilaksanakan sebelumnya perlu ditindaklanjuti melalui sosialisasi dan pendampingan kepada seluruh dosen. Dengan demikian, dokumen kurikulum dan RPS tidak hanya menjadi persyaratan administratif, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam proses perkuliahan.
Simon turut menekankan pentingnya kreativitas, inovasi, dan pendekatan humanis dalam proses pembelajaran. Dosen diharapkan mampu mendorong mahasiswa mencapai kompetensi yang ditetapkan tanpa mengabaikan standar mutu akademik. Ia berharap kegiatan sosialisasi dan Bimtek ini menjadi ruang pembelajaran bersama bagi dosen serta dapat menjadi contoh bagi program studi lainnya di lingkungan FPIK Unpatti dalam mengembangkan sistem evaluasi pembelajaran yang lebih baik.
Sementara itu, Koordinator Program Studi Teknologi Hasil Perikanan FPIK Unpatti, Dr. Meigy Nelce Mailoa, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa pendampingan pengukuran CPL dan penyusunan RPS berbasis OBE merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas pembelajaran di Program Studi THP.
Menurutnya, penerapan OBE tidak hanya berfokus pada penyusunan dokumen kurikulum, tetapi juga memastikan seluruh proses pembelajaran diarahkan pada kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. “Kegiatan ini penting untuk memastikan implementasi kurikulum berbasis OBE tidak hanya berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran dan dapat diukur ketercapaiannya,” ujarnya.(PNI-02)
