AMBON, PNI.- Komisi II DPRD Provinsi Maluku melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta guna menyampaikan aspirasi terkait kesiapan daerah menghadapi proyek strategis nasional Blok Masela. Kunjungan tersebut dilakukan menyusul pertemuan sebelumnya antara tim Kementerian ESDM, SKK Migas, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku di Ambon.
Namun, dalam pertemuan itu, dinilai belum ada konsep yang jelas dari pemerintah daerah terkait langkah konkret menyambut operasional Blok Masela.
Anggota Komisi II DPRD Maluku, Anos Yeremias mengungkapkan, kehadiran tim dari Kementerian ESDM dan SKK Migas seharusnya menjadi momentum bagi daerah untuk mempersiapkan diri secara matang. “Memang beberapa waktu lalu tim dari Kementerian ESDM dan SKK Migas hadir di Ambon. Kami menyambut positif, tetapi daerah harusnya mempersiapkan diri dalam banyak hal,” ujarnya kepada wartawan, Senin (13/4).
Komisi II mendorong pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, seperti Dinas ESDM dan Biro Hukum, agar segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten terkait, yakni Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Maluku Barat Daya (MBD).
Koordinasi dinilai penting untuk menyusun program dan rencana strategis dalam menyambut investasi besar di sektor energi tersebut. Apalagi, proyek Blok Masela disebut-sebut memiliki nilai investasi di atas Rp 300 triliun, sehingga membutuhkan kesiapan serius dari pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Maluku. “Ini bukan proyek kecil. Kami berharap gubernur membuka ruang komunikasi, baik ke luar maupun ke dalam, agar langkah-langkah persiapan bisa dilakukan dengan baik sehingga Blok Masela benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.(PNI-02)
