AMBON, PNI.- Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan kreativitas, inovasi dan jiwa kewirausahaan. Hal tersebut disampaikan Rektor saat membuka Workshop Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Tahun 2026 yang mengusung tema “Mahasiswa Wirausaha, Inovatif, Kreatif dan Berdaya Saing Membangun Ekonomi Bangsa” di Ballroom Manise Hotel Ambon, Senin (27/7).
Menurut Fredy, PMW merupakan salah satu instrumen strategis Unpatti dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kewirausahaan, daya saing dan kemampuan menciptakan lapangan kerja. “Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan formal terakhir sebelum mahasiswa memasuki dunia kerja maupun dunia usaha. Oleh karena itu, selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi, mahasiswa harus mampu menunjukkan eksistensi diri melalui karya, kreativitas, dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi mahasiswa saat ini jauh berbeda karena memiliki akses yang sangat luas terhadap sumber belajar, mulai dari jurnal internasional, buku digital hingga perkembangan teknologi informasi. Kemudahan tersebut, kata dia, harus dimanfaatkan mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas diri, menemukan ide kreatif dan menghasilkan inovasi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial.
Dirinya mendorong mahasiswa mulai membangun usaha berdasarkan kreativitas dan potensi yang dimiliki tanpa harus menunggu modal besar. Perkembangan teknologi digital, menurutnya, telah membuka ruang usaha yang luas. Bahkan, ide sederhana seperti karya seni, musik, konten digital maupun inovasi lainnya dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi. “Mahasiswa harus mampu melihat peluang dari perkembangan teknologi dan potensi yang ada di sekitarnya,” pesannya.
Rektor berharap PMW 2026 mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mampu mengoptimalkan potensi lokal sebagai kekuatan ekonomi daerah.
Libatkan 220 Mahasiswa
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd, menjelaskan PMW 2026 diikuti 54 kelompok usaha yang melibatkan 220 mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Unpatti.
Menurutnya, usaha mahasiswa tidak boleh berhenti setelah memperoleh bantuan pendanaan. Program tersebut harus dilanjutkan dengan pembinaan yang terintegrasi di tingkat fakultas maupun program studi.
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan PMW pada tahun-tahun sebelumnya, masih ditemukan kelompok usaha yang tidak mampu melanjutkan kegiatan setelah program berakhir. “Bantuan yang diberikan harus dimanfaatkan sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” katanya.
Ia menyebut penguatan kewirausahaan mahasiswa sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di perguruan tinggi.
Kubangun juga meminta peserta memanfaatkan bantuan yang nantinya diterima secara optimal untuk mengembangkan usaha yang inovatif, kreatif dan berdaya saing.
Sementara kepada dewan juri, ia berharap proses penilaian dilakukan secara objektif dan proporsional dengan mempertimbangkan kebutuhan riil setiap proposal, sehingga pendanaan dapat diberikan secara tepat sasaran. “Harapan kami, Program Mahasiswa Wirausaha Tahun 2026 mampu melahirkan wirausahawan muda Universitas Pattimura yang inovatif, mandiri dan mampu mengembangkan potensi daerah melalui usaha-usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.
Workshop PMW 2026 menghadirkan tiga narasumber dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpatti, yakni Dr. Raden Ayu Aisah Asnawi, S.E., M.Si., Restia Christianty, S.E., M.Si., dan Anggrany Chaniago, S.E., M.M.
Para narasumber memberikan materi terkait penguatan kapasitas kewirausahaan kepada mahasiswa peserta dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Pattimura.(PNI-02)
