AMBON, PNI.- Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Komisariat Hukum Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar seminar internasional dalam rangka Dies Natalis ke-69, dengan mengangkat isu lingkungan, penegakan hukum, serta perlindungan hak masyarakat hukum adat.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-69, Dr. Revency Vania Rugebregt, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan dies natalis, tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan kepedulian terhadap bumi dan memperkuat suasana akademis di lingkungan GMKI.
Menurut Revency, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan diharapkan dapat mendorong kecintaan terhadap lingkungan, memperkuat penegakan hukum, serta meningkatkan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat hukum adat. “Selain mencintai bumi, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat penegakan hukum dan perlindungan terhadap hak masyarakat hukum adat, sekaligus mengembangkan suasana akademis dalam GMKI sebagai sekolah latihan untuk menghasilkan kader-kader yang paripurna,” kata Revency kepada wartawan, Jumat (9/10).
Ia menjelaskan, GMKI sebagai wadah pembinaan kader perlu terus menghadirkan kegiatan akademis yang relevan dengan persoalan masyarakat, termasuk tantangan lingkungan hidup dan perlindungan hak masyarakat adat.
Melalui seminar internasional tersebut, para peserta diharapkan memperoleh wawasan dan perspektif yang lebih luas dari para akademisi serta praktisi yang memiliki pengalaman di bidang lingkungan, ilmu pengetahuan, dan pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua GMKI Komisariat Hukum Unpatti, Almendo Polhawain, S.H., dalam sambutannya menegaskan pentingnya memperluas jaringan dan membangun kolaborasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Menurutnya, sebagai sekolah latihan kader, GMKI tidak hanya berperan dalam membentuk karakter dan kepemimpinan mahasiswa, tetapi juga harus membuka ruang perjumpaan dengan berbagai pihak agar kader memiliki jaringan yang luas.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, memperkaya pengetahuan, serta membangun relasi akademis lintas perguruan tinggi dan negara.
Seminar internasional ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Universitas Kristen Wira Wacana Sumba (Unkriswina), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Indonesia (UI), Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Politeknik Negeri Ambon, Universitas Pattimura, dan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN).
Selain peserta dari dalam negeri, kegiatan ini juga dihadiri mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Belanda, di antaranya Tilburg University, Delft University, Leiden University, dan Wageningen University, serta peserta dari Amerika Serikat.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang keahlian, yakni Maurits Dorlandt, dosen sekaligus Relation Manager bidang Earth, Data Analysis and Visualisation pada Applied Geo-Information Science (AGIS) HAS Green Academy. Hadir pula Tjeerd van Tol, ekolog sekaligus arsitek lanskap pada Gemeente Oss, yang memiliki keterkaitan dengan Hogeschool Delft dan Happy Green Islands di Belanda.
Narasumber lainnya adalah Dr. Revency Vania Rugebregt, S.H., M.H., Koordinator Wilayah IV Maluku, Maluku Utara, dan Papua pada Pengurus Pengajar Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI). Ada juga Kees Lafeber, Master of Social Work (M.S.W.) dari Happy Green Islands; Theofransus Laurens Alexander Litaay, S.H., LL.M., Ph.D.; serta Prof. Justinus Male dari bidang sains dan teknologi, khususnya kimia organik.(PNI-02)
