JAKARTA, PNI.- Potensi bioekonomi Indonesia berbasis hasil hutan non-kayu mendapat panggung internasional. ParagonCorp menjadi satu-satunya perusahaan kecantikan Indonesia yang tampil dalam Partnership for Forests Conference (P4F) di London, Inggris, dengan membawa pesan bahwa hutan yang tetap lestari dapat menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.
Dalam forum global yang didukung Pemerintah Inggris tersebut, ParagonCorp memperkenalkan prototipe produk berbasis Illipe Butter, bahan alami yang berasal dari buah pohon tengkawang (Shorea stenoptera) di Kalimantan Barat. Bahan ini dipanen oleh komunitas Dayak tanpa membuka lahan baru maupun melakukan deforestasi.
Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan hayati yang sangat besar yang dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi berkelanjutan. “Melalui forum ini kami ingin menunjukkan bahwa hutan yang tetap berdiri juga dapat menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara bertanggung jawab,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (4/6).
Menurutnya, Illipe Butter merupakan salah satu contoh hasil hutan non-kayu yang berpotensi dimanfaatkan dalam berbagai industri, termasuk industri kecantikan. Pemanfaatannya memungkinkan masyarakat memperoleh keuntungan ekonomi tanpa merusak ekosistem hutan.
ParagonCorp menegaskan bahwa pengembangan Illipe Butter masih berada pada tahap riset dan pengembangan. Kehadiran perusahaan di P4F lebih ditujukan untuk membuka diskusi global mengenai peluang bioekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
Selain mengangkat potensi hasil hutan non-kayu, ParagonCorp juga menyoroti peran penting hutan sebagai penyangga sistem air, iklim, keanekaragaman hayati, serta sumber penghidupan jutaan masyarakat. Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, ParagonCorp bersama mitra telah mendukung perlindungan sekitar 4.000 hektare hutan di Jambi dan 1.000 hektare hutan di Kalimantan. Kawasan tersebut menjadi habitat berbagai satwa langka seperti Pangolin, Bekantan, Beruang Madu, serta Binturong.
“Kami percaya masa depan industri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan inovasi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga ekosistem dan komunitas yang mendukung inovasi tersebut,” kata dr. Sari.
Partisipasi ParagonCorp di forum internasional tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama bioekonomi dunia melalui pengelolaan hasil hutan yang berkelanjutan tanpa mengorbankan kelestarian alam.(PNI-01)
