AMBON, PNI.- Wakil Ketua DPRD Maluku, Johan Johanis Lewerissa, menampung beragam keluhan dan aspirasi warga dalam reses masa persidangan III Tahun 2026 di sejumlah wilayah Kota Ambon. Reses yang berlangsung Kamis (3/9) itu mempertemukan Johan dengan masyarakat di Sektor Tiberias, Jemaat Getsemani Bere-Bere, Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau, serta Wadah Pelayanan Perempuan (Pelwata) Sektor Sion, Jemaat Lateri, Kecamatan Baguala.
Dari rilis yang diterima media ini, aspirasi yang disampaikan warga cukup beragam, mulai dari kerusakan infrastruktur, penerangan jalan, saluran air, potensi longsor, fasilitas kedukaan hingga dukungan terhadap organisasi sosial dan kepemudaan.
Di kawasan Bere-Bere, warga RW 05 RT 01 hingga RT 04 menyampaikan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat. Salah satu yang dikeluhkan yakni kondisi saluran air di kawasan jurang kiri dan kanan Bere-Bere yang dinilai telah mengalami banyak kerusakan.
Warga juga mengeluhkan kondisi jalan dan jalan setapak, potensi longsor serta kondisi geografis permukiman yang menyulitkan warga lanjut usia maupun proses pelayanan ketika terjadi kedukaan.
Aspirasi lain datang dari Angkatan Muda Ranting Anugerah yang menaungi dua sektor pelayanan. Warga berharap adanya dukungan pembangunan gedung sekretariat agar organisasi kepemudaan tersebut dapat lebih optimal menjalankan aktivitas sosial dan pelayanan.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, Johan menegaskan seluruh masukan masyarakat akan diterima dan diperjuangkan sesuai kewenangan serta mekanisme anggaran yang berlaku. Namun, ia mengingatkan tidak semua persoalan dapat diselesaikan sekaligus sehingga diperlukan skala prioritas.
Untuk Muhabet, Johan menyatakan akan memberikan bantuan uang kas sebesar Rp 3 juta. “Yang bisa kita lakukan, kita lakukan. Yang belum bisa dilakukan, kita lakukan secara pelan-pelan. Jangan sampai kita memberikan janji-janji palsu,” kata Johan.
Sementara untuk pembangunan gedung sekretariat Angkatan Muda, Johan meminta pengurus segera menyiapkan proposal. Menurutnya, usulan tersebut dapat diperjuangkan melalui mekanisme pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD maupun program hibah pemerintah daerah.
Terkait kerusakan saluran air, Johan meminta dilakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan instansi teknis untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus menghitung kebutuhan anggaran.
Sedangkan terkait usulan pembangunan rumah duka, Johan menyebut masih diperlukan kajian lebih lanjut, terutama mengenai lokasi dan status tanah. “Kalau berkaitan dengan rumah duka, perlu dikaji lebih mendalam. Lokasinya di mana, tanahnya harus bersertifikat dan tidak boleh ada masalah hukum,” ujarnya.
Sementara dalam pertemuan bersama Pelwata Sektor Sion, Jemaat Lateri, warga juga menyampaikan persoalan infrastruktur. Keluhan terutama menyangkut kondisi sejumlah ruas jalan yang rusak dan bergelombang serta minimnya lampu penerangan jalan.
Johan mengatakan aspirasi tersebut akan menjadi bahan komunikasi dengan Pemerintah Kota Ambon maupun Pemerintah Provinsi Maluku. “Posisi saya sebagai wakil rakyat adalah menyampaikan dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Karena itu, aspirasi yang disampaikan hari ini tentu akan kami tindak lanjuti,” ujar Johan.(PNI-01)
