AMBON, PNI.- Presiden Diaspora Indonesia Belanda, Lany Pradjahardja, memberikan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pattimura, Senin (23/2).
Dalam kuliah umum tersebut, Lany memaparkan visi dan misi Diaspora Indonesia di Belanda beserta fungsi dan perannya dalam mendukung hubungan Indonesia–Belanda. Ia juga berbagi cerita tentang kehidupan diaspora di Negeri Kincir Angin serta kontribusi nyata yang telah dilakukan bagi tanah air.
Menurutnya, jumlah Diaspora Indonesia di Belanda saat ini mencapai kurang lebih dua juta orang yang tersebar di berbagai kota. Selama ini, aktivitas diaspora lebih banyak berproses di Indonesia bagian barat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan juga mulai menyentuh kawasan Indonesia Timur.
Salah satu program yang telah dijalankan adalah Happy Green Islands di Saparua, yang berfokus pada penanganan dan pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan di wilayah kepulauan. Lany menjelaskan, ke depan terbuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Indonesia bagian timur, khususnya di bidang pendidikan.
Diaspora Indonesia di Belanda berkomitmen membantu mahasiswa Maluku yang lolos beasiswa untuk studi di Belanda, terutama dalam tahap awal adaptasi. “Mahasiswa perlu dibekali pemahaman tentang proses tinggal, administrasi, hingga bagaimana bersosialisasi dengan masyarakat dan lingkungan di Belanda agar dapat beradaptasi dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap, sinergi antara Diaspora Indonesia Belanda dan perguruan tinggi di Maluku dapat semakin diperkuat, sehingga membuka akses yang lebih besar bagi generasi muda Maluku untuk menempuh pendidikan dan memperluas jejaring internasional.
Kuliah umum tersebut mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa FEB Unpatti yang aktif berdiskusi terkait peluang studi, tantangan hidup di luar negeri, serta peran diaspora dalam mendukung pembangunan daerah.(PNI-02)
