AMBON, PNI.-Anggota Komisi II DPRD Maluku, Anos Yeremias menyoroti maraknya dugaan aksi pengeboman ikan di wilayah Wetar Barat dan Wetar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Ia menyebut, praktik ilegal diduga terjadi di perairan Karbubu dan Klishatu. Bahkan, beredar video yang disebut direkam di wilayah Arwala, Wetar Timur, yang memperlihatkan dugaan aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak.
Menurut Anos, aksi pengeboman ikan bukanlah kejadian baru di kawasan tersebut. Ia mengatakan praktik itu sudah berulang kali terjadi dan diduga kerap dilakukan oleh nelayan yang berasal dari Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur.
“Ini sudah sering terjadi dan sangat meresahkan masyarakat. Selain merugikan nelayan lokal, tindakan ini juga merusak ekosistem laut,” ujar Anos Yeremias kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Minggu (1/3).
Ia meminta Kapolda Maluku dan Pangdam XV/Pattimura untuk menambah fasilitas pendukung bagi Polsek dan Koramil di wilayah Wetar, termasuk penambahan jumlah personel.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Maluku ini mengaku keterbatasan anggota di tingkat Polsek dan Koramil menjadi kendala dalam melakukan pengawasan terhadap wilayah perairan yang luas dan berbatasan langsung dengan daerah lain.
Anos berharap aparat penegak hukum dapat meningkatkan patroli laut serta mengambil langkah tegas terhadap pelaku pengeboman ikan guna menjaga kelestarian sumber daya laut dan melindungi mata pencaharian masyarakat pesisir.(PNI-02)
