AMBON, PNI.- Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela harus menjadi momentum kebangkitan sumber daya manusia (SDM) Maluku, bukan sekadar proyek investasi berskala besar yang minim manfaat bagi masyarakat lokal.
Menurut Anos, tingginya kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi khusus di sektor minyak dan gas tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan pengembangan kapasitas putra-putri daerah. “Blok Masela memang membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi. Standar keselamatan, sertifikasi, hingga pengalaman kerja merupakan kebutuhan industri yang tidak bisa diabaikan. Namun, kondisi itu tidak boleh dijadikan alasan untuk mengesampingkan tanggung jawab membangun kapasitas SDM Maluku,” kata Anos kepada wartawan, Senin (20/7).
Ia menilai Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya, kontraktor pelaksana, serta seluruh pemangku kepentingan harus memiliki komitmen bersama menyiapkan tenaga kerja lokal sejak dini. Untuk itu, Anos mendorong penyelenggaraan program yang terintegrasi, mulai dari pendidikan vokasi, pelatihan berbasis industri, magang, sertifikasi kompetensi, hingga pembinaan berkelanjutan agar generasi Maluku mampu memenuhi standar yang dibutuhkan sektor migas.
Selain peningkatan kualitas SDM, ia juga meminta proses rekrutmen tenaga kerja lokal dilakukan secara terbuka, terencana, dan bertahap seiring meningkatnya kompetensi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan Proyek Blok Masela tidak semata-mata diukur dari besarnya investasi maupun nilai produksi gas, tetapi dari sejauh mana proyek tersebut mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Maluku. “Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat Maluku mendapatkan manfaat nyata melalui kesempatan kerja, peningkatan keterampilan, tumbuhnya usaha lokal, dan meningkatnya kesejahteraan,” ujarnya.
Anos berharap Blok Masela menjadi kebanggaan masyarakat Maluku sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang memberikan ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal. “Jangan sampai proyek besar ini berdiri di wilayah Maluku, tetapi manfaat utamanya justru lebih banyak dinikmati oleh pihak lain. Anak-anak Maluku harus menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri,” tegasnya.(PNI-01)
