AMBON, PNI.- Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki yang mengalami hipotermia di kawasan Gunung Kayu Satu, Desa Batu Merah, Kota Ambon, Minggu (21/6). Korban diketahui bernama Muhammad Syafi’i Al Faruq Dahlan (18), mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti). Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah dilaporkan mengalami hipotermia saat melakukan pendakian bersama rekan-rekannya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon, Muhamad Arafah, mengatakan pihaknya menerima laporan pada Minggu pagi sekitar pukul 05.30 WIT dari seorang pelapor bernama Niken Ratih yang meminta bantuan evakuasi terhadap korban. “Setelah menerima laporan, tim rescue segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 18 kilometer dari Kantor SAR Ambon. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WIT dan berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk melakukan pendakian menuju titik korban,” ujar Arafah.
Menurutnya, korban berhasil ditemukan sekitar pukul 06.57 WIT dalam keadaan selamat. Tim kemudian memberikan penanganan medis awal sebelum mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Siloam Ambon untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Arafah menjelaskan, insiden bermula pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 22.40 WIT ketika tujuh mahasiswa Unpatti melakukan pendakian ke Gunung Kayu Satu untuk berkemah. Namun, pada Minggu dini hari sekitar pukul 05.30 WIT, Muhammad Syafi’i Al Faruq Dahlan mengalami hipotermia sehingga rekan-rekannya meminta bantuan kepada Basarnas Ambon. “Alhamdulillah, setelah menerima laporan dan melaksanakan operasi SAR, korban berhasil dievakuasi dengan selamat dan telah berada di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” katanya.
Operasi SAR tersebut melibatkan personel Basarnas Ambon bersama masyarakat setempat. Dalam proses evakuasi, tim menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya kendaraan rescue, peralatan medis, serta alat komunikasi. Setelah korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.(PNI-02)
