AMBON, PNI.- Anggota Komisi II DPRD Maluku, Anos Yeremias, mengimbau masyarakat yang akan menggunakan kapal tol laut maupun kapal pelayaran swasta agar selalu memperhatikan informasi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum melakukan perjalanan laut. Imbauan tersebut disampaikan Anos usai mengikuti pelayaran dari Pelabuhan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, menuju Pelabuhan Amahai, Rabu (5/8).
Dalam pelayaran menggunakan Kapal Cepat Cantika Express 88, rombongan Komisi II DPRD Maluku menghadapi angin kencang, arus laut yang kuat, serta gelombang tinggi di sejumlah titik sepanjang perjalanan yang berlangsung sekitar dua jam. “Dari pengalaman perjalanan hari ini, beta mengimbau seluruh basudara yang akan melakukan perjalanan laut, khususnya menuju wilayah Maluku Barat Daya menggunakan kapal cepat maupun kapal perintis, agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca yang diterbitkan BMKG Ambon sebelum berangkat,” kata Anos melalui pesannya di grup informasi pelayaran kapal perintis wilayah Maluku dan Nusa Tenggara Timur, yang di kutip media ini, Kamis (6/8).
Grup tersebut menjadi sarana berbagi informasi terkait jadwal pelayaran, rute kapal, jadwal singgah di pelabuhan, hingga pengumuman keberangkatan kapal tol laut dan armada pelayaran swasta. Legislator daerah pemilihan Maluku Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar itu menegaskan, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Karena itu, masyarakat diminta tidak memaksakan diri melakukan perjalanan laut apabila kondisi cuaca sedang tidak bersahabat. “Jangan memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca tidak mendukung. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Mari bersama membangun budaya keselamatan di laut dengan mematuhi informasi dan peringatan cuaca dari BMKG serta mengikuti arahan nahkoda dan petugas pelabuhan. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Anos menilai, sebagai daerah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut, kepatuhan terhadap peringatan cuaca, arahan nahkoda, serta prosedur keselamatan pelayaran merupakan langkah penting untuk menekan risiko kecelakaan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem melanda perairan Maluku.(PNI-01)
