AMBON, PNI.- Universitas Pattimura (Unpatti) kembali mengukuhkan posisinya dipanggung pendidikan nasional. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unpatti dipercaya menjadi tuan rumah peluncuran Forum Komunikasi (FORKOM) FKIP Universitas Negeri se-Indonesia, Selasa (7/7). Forum ini sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi 34 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia.
Peluncuran yang berlangsung secara virtual itu dihadiri Rektor Unpatti Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., Ketua Umum FORKOM FKIP se-Indonesia Dr. Imam Sujadi, serta 33 dekan FKIP universitas negeri dari seluruh Indonesia.
Di Ambon, jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan FKIP Unpatti mengikuti kegiatan di Aula Lantai II Gedung Rektorat Unpatti. Mengusung tema “Baku Kele, Toma Maju, Harmony in Diversity”, forum ini menjadi tonggak baru penguatan sinergi perguruan tinggi dalam mencetak guru yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era global.
Rektor Unpatti, Prof Dr. Fredy Leiwakabessy menegaskan, kepercayaan yang diberikan kepada FKIP Unpatti bukan sekadar menjadi penyelenggara kegiatan nasional, tetapi juga menjadi pengakuan atas kapasitas Unpatti dalam membangun jejaring pendidikan tinggi di Indonesia.
Menurutnya, paradigma pendidikan tinggi kini telah bergeser dari persaingan menuju kolaborasi. Karena itu, FORKOM FKIP menjadi ruang strategis untuk menyatukan kekuatan perguruan tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. “Kolaborasi adalah kunci. Melalui FORKOM FKIP, kita membangun kesatuan langkah agar perguruan tinggi mampu menghasilkan guru-guru profesional yang siap menghadapi perubahan zaman,” kata Fredy.
Ia menambahkan, kualitas pendidikan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas lembaga pencetak guru. Karena itu, sinergi antar-LPTK harus terus diperkuat agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul.
Dekan FKIP Unpatti, Prof. Dr. Izaak H. Wenno, mengatakan peluncuran FORKOM menjadi awal rangkaian kegiatan nasional yang puncaknya akan digelar di Ambon pada 5–8 November 2026. Ribuan mahasiswa dan akademisi dari berbagai FKIP universitas negeri dijadwalkan hadir dalam pertemuan nasional tersebut.
Sejumlah agenda bergengsi telah disiapkan, diantaranya lomba debat bahasa Inggris, micro teaching, musikalisasi puisi, lomba karya tulis ilmiah nasional, hingga forum akademik yang membahas masa depan pendidikan Indonesia. “Kami mengundang seluruh peserta FORKOM FKIP untuk datang ke Ambon, Kota Musik Dunia dan Kampus Orang Basudara, guna bersama-sama menyukseskan agenda nasional ini,” ujar Wenno.
Sementara itu, Ketua Umum FORKOM FKIP se-Indonesia, Dr. Imam Sujadi, menegaskan forum ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah strategis untuk mentransformasi pendidikan guru di Indonesia. “Tantangan pendidikan semakin kompleks. Karena itu, calon guru masa depan harus memiliki kompetensi akademik, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, serta karakter yang kuat. FORKOM FKIP menjadi ruang untuk membangun ekosistem kolaborasi menuju pendidikan Indonesia yang lebih maju,” tegasnya.
Peluncuran FORKOM FKIP di Ambon sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan nasional yang akan menjadikan ibu kota Provinsi Maluku sebagai pusat pertemuan para akademisi dan calon pendidik dari seluruh Indonesia pada November mendatang.(PNI-02)
