AMBON, PNI.- Semangat kebersamaan dan kepedulian ditunjukkan sivitas akademika Universitas Pattimura (Unpatti) melalui kegiatan Sehari Berkorban yang digelar di Gereja Poka Kampus Unpatti Ambon, Senin (3/8).
Mengusung tema “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2 Korintus 9:7), kegiatan tersebut berhasil menghimpun dana sebesar Rp 309.612.000.
Selain itu, panitia juga menerima bantuan material berupa 60 dus tegel dan 50 sak semen untuk mendukung pembangunan Gereja Kampus Universitas Pattimura.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja Kampus Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada Rektor Unpatti beserta seluruh civitas akademika yang telah memberikan dukungan nyata terhadap pembangunan rumah ibadah tersebut.
Menurutnya, pembangunan Gereja Kampus merupakan tanggung jawab bersama seluruh keluarga besar Universitas Pattimura. Ia mengajak dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing. “Pembangunan Gereja Kampus merupakan tanggung jawab dan harapan kita bersama. Karena itu, saya mengajak seluruh sivitas akademika, alumni, dan semua pihak untuk terus saling menopang, saling menguatkan, dan memberikan dukungan sesuai dengan kerelaan hati agar pembangunan Gereja Kampus ini dapat segera diselesaikan dan digunakan sebagai tempat ibadah serta pembinaan iman bagi seluruh warga Universitas Pattimura,” ujarnya.
Nur Aida juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan Sehari Berkorban periode sebelumnya yang berhasil menghimpun dana lebih dari Rp 59 juta.
Selain dana, panitia menerima berbagai bantuan material dari para dekan dan mitra Universitas Pattimura. Seluruh penerimaan dan penggunaan dana disampaikan secara terbuka kepada para dekan sebagai bentuk transparansi.
Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, berharap pembangunan Gereja Kampus dapat diselesaikan sesuai target sehingga mulai difungsikan pada Desember 2026.
Ia mengajak seluruh sivitas akademika terus memelihara semangat kebersamaan dalam mendukung penyelesaian pembangunan gereja. Menurut Rektor, setiap bentuk dukungan, baik berupa dana, material, tenaga maupun doa, merupakan wujud nyata kasih dan kepedulian untuk menghadirkan rumah ibadah yang menjadi pusat pembinaan kerohanian bagi warga kampus.
Kegiatan Sehari Berkorban diawali dengan ibadah bersama yang diikuti pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Ibadah dipimpin Pdt. Elza Kitu Homa/Persulessy, S.Si, yang mengajak jemaat memaknai memberi sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan.
Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan penjualan kue, pengumpulan amplop persembahan, serta lelang lagu yang berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta.
Melalui kegiatan tersebut, Unpatti berharap semangat memberi dengan sukacita terus bertumbuh sehingga pembangunan Gereja Kampus dapat segera rampung dan menjadi pusat pelayanan, pembinaan iman, serta kebersamaan bagi seluruh civitas akademika.(PNI-02)
