AMBON, PNI.- Wakil Ketua DPRD Maluku, Abdullah Asis Sangkala, menegaskan seluruh masukan dari para pemangku kepentingan akan menjadi bahan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi di Provinsi Maluku.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdullah saat menutup rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) DPRD Maluku bersama 18 mitra kerja, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Maluku, Kadin, HIPMI, dan sejumlah stakeholder investasi di Ruang Rapat Paripurna DPRD Maluku, Senin (6/7).
Dalam rapat yang juga membahas berbagai masukan terhadap substansi Ranperda itu, Abdullah menegaskan setiap saran dan kritik yang relevan akan diakomodasi untuk menyempurnakan regulasi sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah. “Semua masukan ini bisa kita tangkap dan disesuaikan dalam rancangan perda. Setelah ini kita akan menjadwalkan rapat lanjutan berdasarkan berbagai masukan yang telah disampaikan,” ujarnya.
Ia mengatakan, Pansus DPRD Maluku juga akan memperluas partisipasi publik dengan melibatkan kalangan perguruan tinggi serta organisasi kemahasiswaan agar pembahasan Ranperda semakin komprehensif. “Nanti kita juga akan mengagendakan pertemuan dengan perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan di Maluku untuk mendapatkan pandangan dan masukan yang lebih luas,” katanya.
Abdullah menegaskan, pembahasan Ranperda tidak berhenti dalam forum rapat resmi. DPRD Maluku tetap membuka ruang komunikasi dengan seluruh stakeholder untuk menerima berbagai saran dan masukan. “Kami berharap pertemuan ini bukan yang terakhir. Jangan batasi masukan hanya dalam forum ini. Di tempat lain, di waktu yang berbeda, melalui telepon maupun WhatsApp, kami tetap membuka diri untuk menerima saran dan masukan,” ungkapnya.
Menurutnya, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam melahirkan regulasi yang mampu menciptakan iklim investasi yang sehat, kompetitif, dan memberikan kepastian hukum. “Harapan kita bersama adalah bagaimana investasi di Maluku semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” tutup Abdullah.(PNI-01)
