AMBON, PNI.- Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mendukung upaya penegakan hukum sektor sumber daya mineral di Maluku, khususnya terkait pengelolaan kawasan Gunung Botak. Hal tersebut disampaikan Rektor Unpatti kepada wartawan di Ambon, Rabu (24/6), usai mengikuti audiensi bersama jajaran Ditjen Gakkum ESDM.
Menurut Leiwakabessy, keterlibatan perguruan tinggi sangat penting mengingat kompleksitas persoalan di Gunung Botak yang tidak hanya menyangkut aspek pertambangan, tetapi juga lingkungan, hukum, sosial, dan ekonomi. “Unpatti siap berkolaborasi dan bersinergi untuk melakukan berbagai kajian dan kegiatan yang berkaitan dengan upaya penegakan hukum sektor sumber daya mineral di Maluku, terutama di Gunung Botak. Kami memiliki tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu yang dapat memberikan kontribusi akademik,” kata Leiwakabessy.
Ia menjelaskan, dalam audiensi tersebut telah dibahas berbagai gagasan, informasi, serta hasil riset yang selama ini dilakukan para akademisi Unpatti, baik secara individu maupun kelembagaan. Berbagai hasil penelitian tersebut, lanjutnya, dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan yang tepat dan berbasis data. “Kami ingin memberikan kontribusi pemikiran dan data yang akurat sehingga kebijakan yang diambil benar-benar didasarkan pada hasil kajian akademik. Sebagai lembaga akademik, kami tidak memiliki kepentingan terhadap pihak tertentu, tetapi semata-mata menyajikan data yang benar dan objektif,” ujarnya.
Leiwakabessy menambahkan, persoalan di Gunung Botak harus dilihat secara komprehensif karena menyangkut kerusakan lingkungan, persoalan sosial, hingga dampak ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, menurutnya, diperlukan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan hukum, tetapi juga mampu memberikan manfaat optimal dari pengelolaan sumber daya alam bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Harapannya, pemanfaatan sumber daya alam di daerah ini benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta sejalan dengan program pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Dengan kolaborasi ini, kita bisa maju bersama,” tandasnya.
Rektor Unpatti juga menyambut baik inisiatif Ditjen Gakkum ESDM yang menjadikan Universitas Pattimura sebagai salah satu perguruan tinggi pertama yang diajak membangun kolaborasi dalam mendukung penguatan tata kelola sektor pertambangan di Maluku. “Kami bersyukur karena sejak awal Direktorat Jenderal Gakkum ESDM telah memberikan kepercayaan kepada Unpatti untuk terlibat dalam kajian-kajian strategis. Semoga kolaborasi ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” pungkasnya.(PNI-02)
