MEDAN, PNI.- Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa pembangunan kota tangguh harus dilakukan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Penegasan itu disampaikannya saat Dialog Kota Tangguh dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI di Medan, Rabu (1/7).
Dalam forum tersebut, Bodewin mengatakan pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri menghadapi tantangan pembangunan, seperti perubahan iklim, ancaman bencana, hingga dinamika sosial dan ekonomi. “Kota tangguh harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kota yang kuat dan mandiri, kita turut berkontribusi mewujudkan bangsa yang berdaulat,” ujarnya.
Menurutnya, ketangguhan kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga kualitas tata kelola pemerintahan, kesiapsiagaan menghadapi bencana, penguatan ekonomi masyarakat, serta partisipasi aktif warga.
Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, saat membuka Rakernas XVIII APEKSI menekankan pentingnya penguatan kota tangguh sebagai fondasi menghadapi berbagai tantangan global. Ia menyebut pemerintah kota harus mampu membangun sistem perkotaan yang adaptif, berkelanjutan, serta memperkuat ketahanan pangan, menjaga lingkungan, meningkatkan kesiapsiagaan bencana, dan menghadirkan pelayanan publik yang optimal.
Hanif juga mengapresiasi APEKSI sebagai wadah kolaborasi antarpemerintah kota dalam berbagi pengalaman dan inovasi pembangunan. Rakernas XVIII APEKSI diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah sekaligus mempercepat terwujudnya kota-kota di Indonesia yang aman, tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.(PNI-02)
