AMBON,PNI.- DPRD Maluku terus mengawal proses perolehan hak Participating Interest (PI) 10 persen bagi Pemerintah Provinsi Maluku, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan sektor migas di proyek strategis nasional Blok Masela.
Anggota Komisi III DPRD Maluku, Rovik A. Afifudin, mengatakan proses pengurusan PI 10 persen masih berlangsung, meski saat ini menghadapi kendala pada tahapan administrasi yang memerlukan penyelesaian bersama sejumlah pemerintah kabupaten, terutama daerah penghasil. “PI 10 persen itu merupakan hak Maluku. Saat ini prosesnya masih berjalan, hanya saja masih ada beberapa hal yang perlu dikoreksi dan dikomunikasikan, terutama dengan kabupaten penghasil,” ujar Rovik kepada wartawan di Gedung DPRD Maluku, Senin (6/7).
Selain memperjuangkan PI 10 persen, DPRD juga mendorong agar masyarakat Maluku tidak hanya menjadi penonton dalam pengembangan Blok Masela. Menurutnya, pemerintah daerah telah membahas penguatan konten lokal bersama pihak pelaksana proyek agar peluang usaha dan penyerapan tenaga kerja dapat dinikmati masyarakat Maluku. “Kita ingin tidak hanya mendapatkan PI 10 persen, tetapi juga terlibat dalam pengelolaan konten lokal sehingga benar-benar mampu memberdayakan masyarakat Maluku,” katanya.
Rovik menegaskan, anggapan bahwa pengusaha lokal maupun sumber daya manusia Maluku belum siap tidak boleh dijadikan alasan untuk mengurangi keterlibatan daerah. Justru, kondisi tersebut harus dijawab melalui peningkatan kapasitas tenaga kerja. “Kalau memang dinilai belum siap, maka tugas kita adalah menyiapkannya. Sumber daya manusia harus dipersiapkan melalui pendidikan, pelatihan kerja, dan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar agar masyarakat Maluku memiliki kompetensi yang dibutuhkan,” ujarnya.
Ia optimistis pembangunan Blok Masela akan membuka lapangan kerja dalam jumlah besar. Karena itu, pemerintah daerah diminta segera menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu memenuhi kebutuhan industri migas maupun sektor pendukung lainnya ketika proyek mulai beroperasi. “Dengan persiapan yang matang, manfaat Blok Masela benar-benar bisa dirasakan masyarakat Maluku, baik melalui kesempatan kerja maupun tumbuhnya pelaku usaha lokal,” pungkasnya.(PNI-01)
