AMBON, PNI.- Tenaga Ahli Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Michael Wattimena, mengapresiasi langkah Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang membentuk Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) di lingkungan Kementerian ESDM. Hal itu disampaikan Michael kepada wartawan di Ambon, Rabu (24/6), saat menyambut kunjungan Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM di Provinsi Maluku.
Menurut Michael, pembentukan Ditjen Gakkum merupakan sejarah baru bagi Kementerian ESDM yang telah berdiri sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia. “Indonesia sudah merdeka lebih dari 80 tahun dan Kementerian ESDM sudah ada sejak 11 September 1945. Namun, baru pada masa kepemimpinan Menteri Bahlil Lahadalia dibentuk Direktorat Penegakan Hukum di Kementerian ESDM,” kata Michael.
Ia mengaku bangga karena jabatan Direktur Jenderal Penegakan Hukum ESDM dipercayakan kepada putra asal Maluku. “Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena anak Maluku dipercaya menjadi orang nomor satu di Direktorat Penegakan Hukum,” ujarnya.
Michael menjelaskan, meskipun direktorat tersebut baru berusia hampir satu tahun, berbagai terobosan telah dilakukan dalam upaya penegakan hukum di sektor sumber daya mineral di Indonesia. Salah satu agenda kunjungan di Maluku, lanjutnya, adalah melakukan konsultasi dengan perguruan tinggi terkait tata kelola dan regulasi pengelolaan sumber daya mineral, termasuk persoalan pertambangan di Gunung Botak, Kabupaten Buru. “Bukan hanya di Maluku terkait Gunung Botak, tetapi penegakan hukum ini akan berlaku di seluruh kabupaten/kota maupun provinsi di Indonesia terhadap berbagai pelanggaran di sektor sumber daya mineral,” tegasnya.
Selain itu, Michael juga memberikan apresiasi kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia atas ketegasannya terhadap pengelola Blok Masela. Menurutnya, sikap tegas Menteri ESDM yang memberikan surat peringatan kepada Inpex telah mendorong percepatan pengembangan proyek strategis nasional tersebut. “Karena ketegasan Pak Menteri, maka pengembangan Blok Masela dapat terus berjalan. Mudah-mudahan proses berikutnya bisa berlangsung pada Juli mendatang,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Michael mengajak masyarakat Maluku untuk mendukung dan mendoakan putra-putri daerah yang mendapat kepercayaan di tingkat nasional. “Orang Maluku yang dipercaya di tingkat nasional tidak banyak. Karena itu, kita harus sama-sama menjaga dan mendukung agar semakin banyak putra-putri Maluku yang berkiprah dan membawa program-program pembangunan ke daerah,” pungkasnya.(PNI-01)
